“Kalau kau masih menganggap dirimu tamu di rumah ini, aku akan marah.”Suara Clara terdengar begitu tiba-tiba. Sera menoleh.Clara berdiri di ambang pintu ruang makan dengan kedua tangan terlipat di dada.“Kenapa?”“Karena dari tadi kau bilang, ‘Biar aku bantu,’ ‘Aku tidak enak,’ dan ‘Aku bisa sendiri.’”Clara mendekat, lalu mengambil beberapa piring dari tangan Sera.“Mulai sekarang, kau kakak iparku.”Sera tersenyum kecil.“Bukankah aku memang sudah menjadi kakak iparmu sejak menikah dengan Damian?”“Secara status, iya.”Clara meletakkan piring di meja.“Tapi aku baru sekarang merasa kau benar-benar keluargaku.”Kalimat sederhana itu membuat sesuatu yang hangat menjalar perlahan di dadanya.Selama berbulan-bulan, rumah besar ini selalu terasa seperti tempat yang harus ia ti
Terakhir Diperbarui : 2026-10-12 Baca selengkapnya