Pagi itu, Sera merasa hidupnya tidak lagi memiliki bentuk yang jelas.Sejak percakapan dengan Miriam, satu pertanyaan terus berputar di kepalanya.Siapa aku sebenarnya?Ia duduk diam di kursi belakang mobil, sementara Damian berada di sebelahnya. Tidak banyak yang mereka katakan sejak meninggalkan rumah Miriam.Biasanya, diam bersama Damian terasa menenangkan.Kali ini berbeda.Diam terasa seperti sesuatu yang menyembunyikan jawaban.Damian memegang sebuah amplop putih di tangannya.Sejak tadi ia tidak membukanya.Jari-jarinya hanya sesekali bergerak di sepanjang tepi amplop itu.Sera meliriknya.“Kalau kau tidak siap,” katanya pelan, “kita bisa menundanya.”Damian menoleh.Tatapannya berhenti pada wajah Sera cukup lama.“Tidak.”Hanya satu kata.Tetapi tangannya justru berpindah, menutup amplop itu lebih rapat.Sera tidak bertanya lagi.Mereka telah
Last Updated : 2026-09-29 Read more