Jalanan saat Festival Lampion memang sangat meriah. Di mana-mana tergantung lampion dan hiasan warna-warni. Orang-orang hilir mudik, suasana begitu hiruk pikuk.Di bawah perlindungan rahasia para pengawal, Bagas berjalan santai di jalanan. Namun, tatapannya agak menerawang, masih tenggelam dalam kerinduannya pada Maya.Dia membeli sebuah lampion, meletakkannya di atas air, dan menatap lampion itu yang perlahan hanyut menjauh, pikirannya pun ikut terbawa jauh. Dalam lamunannya, dia seolah melihat kembali pemandangan saat dulu berjalan-jalan di jalanan bersama Maya. Senyum Maya bersinar begitu terang, bagai lampion-lampion di Festival Lampion ini.Tiba-tiba, suara hiruk pikuk membuyarkan lamunannya.Ternyata, ada sekumpulan orang yang sedang menonton pertunjukan akrobatik di jalanan. Di tengah kerumunan, tawa seorang gadis kecil terdengar begitu nyaring dan jernih.Bagas melangkah mendekat. Raut mata dan alis gadis kecil itu ternyata sedikit mirip dengan Maya, membuatnya terpaku menatap
Read more