Alya ketakutan melihat sisi Revan yang begitu brutal.Di luar, Revan selalu dikenal sebagai pria terhormat dan berkelas. Biasanya, bahkan berkonflik dengan orang lain saja menurutnya sudah merendahkan harga dirinya.Namun saat ini, dia sama sekali tidak peduli pada citranya dan hampir memukuli pria itu sampai mati.Pria itu dipukuli hingga meludahkan darah. Dia lalu berteriak memohon ampun, "Maaf, aku salah! Seharusnya aku nggak menyentuhnya!"Kalimat itu seolah menyentuh titik sensitif Revan, membuat pukulannya semakin keras.Sampai akhirnya, Elvi memeluk Revan dari belakang dan menghentikannya dengan suara gemetar, "Cukup, Revan. Aku nggak apa-apa. Dia bisa mati ...."Tubuh Elvi yang ramping dan gemetar menempel erat pada punggung Revan. Air matanya yang panas jatuh di leher Revan, akhirnya membuat sedikit kewarasan Revan kembali.Revan melepaskan pria itu dan berkata dengan dingin, "Pergi sana."Dalam sekejap, pria itu tiba-tiba bangkit. Dia meraih garpu besi dari atas meja dan meny
Read more