Sesampainya di kamar, aku diam-diam mulai membereskan barang-barang.Saat membuka lemari, aku melihat mantel kasmir, gaun tidur sutra, tas edisi terbatas ….Dulu ketika hidupku masih serba kekurangan, aku jelas tidak tega membeli barang-barang itu. Namun, Hans selalu melengkapinya satu per satu.Aromaterapi di atas meja diracik sendiri olehnya. Tirai pun diganti kembali dengan warna hijau tua yang kusukai ….Selama dua tahun aku kembali ke Keluarga Slemiz, dia seolah-olah telah kembali menjadi pemuda yang seluruh hatinya hanya berisi aku.Namun, aku yang sekarang tak akan lagi luluh hanya karena beberapa kata-kata manis.Aku hanya mengambil beberapa potong pakaian yang kukenakan saat dulu dipaksa kembali ke rumah ini.Baru saja kumasukkan ke dalam koper, Hans masuk.Dia menarik pergelangan tanganku, memasangkan kembali gelang ke tanganku, lalu memerintah dengan nada tak terbantahkan, “Simpan baik-baik! Jangan pernah memberikannya kepada orang lain lagi!”Aku mengangkat kepala dengan ka
Read more