Short
Jangan Bertemu Lagi untuk Selamanya!

Jangan Bertemu Lagi untuk Selamanya!

By:  NianaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
12views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah tiga tahun memalsukan kematianku, aku kembali ditemukan oleh ayah dan anak dari Keluarga Slemiz. Untuk terbebas dari mereka, aku bahkan mengancam akan mengakhiri hidup dengan sebilah pisau. Sampai akhirnya, putraku yang baru berusia tujuh tahun menggenggam alat bantu pernapasan ibuku. Hans Slemiz yang berdiri di sampingnya mengancam dengan suara bergetar, “Cindy, kamu pilih sendiri! Kamu mau ibumu mati kehabisan napas atau mau kembali menjadi Nyonya Slemiz!” Saking marahnya, aku sampai gemetar. Tapi, pada akhirnya aku tetap hanya bisa meletakkan pisau dan menikah lagi dengannya. Aku kembali melangkahkan kaki ke vila yang begitu kukenal, menjadi istri dan ibu yang sempurna bagi Keluarga Slemiz. Ketika adik angkatku sedang tidak senang dan membutuhkan Hans untuk menemaninya, aku segera mengalah dan pergi menginap di hotel. Ketika aku sakit maag hingga harus menjalani operasi, aku tidak menelepon dan tidak merepotkan Hans sama sekali. Ketika putraku pilih-pilih makanan dan hanya ingin menyantap masakan tantenya, aku sendiri yang menjemput Sully Remin untuk tinggal bersama kami. Bahkan pada hari ulang tahunku, Sully tiba-tiba menangis dan berkata, “Aku benar-benar iri pada kakak. Kakak punya pasangan dan anak yang begitu baik. Tak sepertiku, aku bahkan nggak pernah menerima hadiah ulang tahun yang bagus.” Tanpa ragu, aku langsung melepaskan gelang dari pergelangan tanganku dan menyelipkannya ke tangan Sully. Manik-manik merah menyala itu melingkari pergelangan tangan Sully yang putih, tampak begitu mencolok dan indah. Namun, Hans tiba-tiba matanya memerah dan naik pitam. Dia menarik tanganku dan berkata dengan geram, “Cindy, ini adalah bukti cinta yang aku berikan untukmu. Aku mendapatkannya dari Raksi dengan susah payah dan penuh pengorbanan!”

View More

Chapter 1

Bab 1

Suasana seketika membeku.

Sully buru-buru menggenggam gelang itu dan berpura-pura hendak melepaskannya.

“Maaf, Kak Hans. Aku nggak tahu ini adalah tanda cinta kalian. Aku akan segera mengembalikannya kepada kakak.”

Di sampingnya, wajah kecil Jordan Slemiz ikut menegang. Dia menunjukku sambil berteriak,

“Ibu jelas tahu barang itu berharga, tapi malah sengaja memberikannya kepada Tante supaya Tante dimarahi. Ibu jahat sekali!”

Hans menatapku lekat-lekat. Kelelahan memenuhi raut wajahnya.

“Cindy, sampai kapan kamu mau terus membuat keributan?”

“Aku membawamu pulang karena mau menjalani hidup dengan baik bersamamu.”

Dalam hatiku merasa semua ini konyol.

Dulu setiap kali Sully menginginkan sesuatu dan aku terlambat memberikannya, aku akan mendapatkan balasan yang menyakitkan.

Sekarang aku sudah menuruti semua keinginannya, tapi Hans masih tidak senang.

Aku berbalik, mengambil cincin berlian merah muda yang baru saja diberikan Hans kepadaku, lalu menyodorkannya kepada Sully.

“Apakah gelang saja masih belum cukup? Ini sekalian untukmu saja.”

Wajah Hans seketika berubah pucat membiru. Dia tiba-tiba mengangkat tangan dan menyapu kue ulang tahun di atas meja hingga jatuh.

Krim kue berhamburan ke gaunku, sementara piring-piring porselen pecah berserakan di lantai.

“Cindy, apa kamu harus terus menyindirku dan sengaja menusuk perasaanku seperti ini?”

“Aku nggak bermaksud seperti itu.”

Hans memejamkan mata sejenak, memaksa dirinya menahan amarah dalam hati.

“Aku tahu kamu masih menyalahkanku karena dulu aku menyuruh Lyly naik ambulans terlebih dahulu.”

“Tapi saat itu dia mengalami pendarahan hebat dan nyaris tak tertolong.”

“Selama bertahun-tahun ini, aku terus mencari donor jantung yang cocok denganmu. Aku nggak mau tragedi seperti dulu terulang kembali.”

“Cin, jangan marah lagi. Ayo kita hidup dengan damai, ya?”

Aku sekadar mengangguk.

Jordan langsung berdiri dan berkata dengan marah, “Ayah sudah meminta maaf kepadamu, kenapa kamu masih bersikap dingin?”

“Pantas saja selain nenek, nggak ada seorang pun di rumah ini yang menyukaimu.”

Kalimat itu seperti jarum yang tiba-tiba menusuk tepat ke dalam hatiku.

Aku tertawa dingin.

“Kebetulan sekali. Selain nenekmu, aku juga nggak menyukai satu pun dari kalian.”

Tubuh Hans seketika menegang. Tatapannya menjadi sedingin es.

“Bagus, bagus sekali … Kalau kamu memang nggak peduli pada apa pun dan nggak menyukai siapa pun, mulai hari ini aku dan Sully yang akan tidur di kamar utama saja. Kamu pindah ke kamar pembantu di lantai bawah.”

Aku tidak membantah, tapi berbalik dan berjalan menaiki tangga dengan tenang.

Di belakangku, Jordan bertepuk tangan dengan gembira.

“Hore! Akhirnya aku bisa tidur bersama Ayah dan Tante setiap hari!”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status