LOGINSetelah tiga tahun memalsukan kematianku, aku kembali ditemukan oleh ayah dan anak dari Keluarga Slemiz. Untuk terbebas dari mereka, aku bahkan mengancam akan mengakhiri hidup dengan sebilah pisau. Sampai akhirnya, putraku yang baru berusia tujuh tahun menggenggam alat bantu pernapasan ibuku. Hans Slemiz yang berdiri di sampingnya mengancam dengan suara bergetar, “Cindy, kamu pilih sendiri! Kamu mau ibumu mati kehabisan napas atau mau kembali menjadi Nyonya Slemiz!” Saking marahnya, aku sampai gemetar. Tapi, pada akhirnya aku tetap hanya bisa meletakkan pisau dan menikah lagi dengannya. Aku kembali melangkahkan kaki ke vila yang begitu kukenal, menjadi istri dan ibu yang sempurna bagi Keluarga Slemiz. Ketika adik angkatku sedang tidak senang dan membutuhkan Hans untuk menemaninya, aku segera mengalah dan pergi menginap di hotel. Ketika aku sakit maag hingga harus menjalani operasi, aku tidak menelepon dan tidak merepotkan Hans sama sekali. Ketika putraku pilih-pilih makanan dan hanya ingin menyantap masakan tantenya, aku sendiri yang menjemput Sully Remin untuk tinggal bersama kami. Bahkan pada hari ulang tahunku, Sully tiba-tiba menangis dan berkata, “Aku benar-benar iri pada kakak. Kakak punya pasangan dan anak yang begitu baik. Tak sepertiku, aku bahkan nggak pernah menerima hadiah ulang tahun yang bagus.” Tanpa ragu, aku langsung melepaskan gelang dari pergelangan tanganku dan menyelipkannya ke tangan Sully. Manik-manik merah menyala itu melingkari pergelangan tangan Sully yang putih, tampak begitu mencolok dan indah. Namun, Hans tiba-tiba matanya memerah dan naik pitam. Dia menarik tanganku dan berkata dengan geram, “Cindy, ini adalah bukti cinta yang aku berikan untukmu. Aku mendapatkannya dari Raksi dengan susah payah dan penuh pengorbanan!”
View MoreHans masih belum mau berhenti.Seperti orang gila, dia terus menyelidiki siapa yang dulu membantuku memalsukan kematian. Seolah-olah begitu dia menemukan orang itu, waktu bisa diputar kembali dan aku bisa hidup lagi.Pada akhirnya, usahanya membuahkan hasil.Dengan mengikuti sedikit demi sedikit petunjuk yang tersisa, dia akhirnya sampai ke perbatasan barat daya.Dia terbang ke sana semalaman.Namun, apa yang ditemuinya bukanlah seorang dukun atau ahli ilmu gaib, melainkan seorang lelaki tua yang mengenakan seragam militer.Hans langsung berlutut.“Mohon beri tahu saya, di mana dia?”Pria tua itu menggeleng pelan. Nadanya tenang, tetapi tidak memberi ruang untuk dibantah.“Dulu aku membantunya karena berhutang nyawa kepada ibunya. Karena itu, aku memalsukan surat kematiannya dan membantunya melarikan diri.”Mata Hans langsung berbinar. “Kalau begitu, kali ini ….”“Nggak bisa.”Pria tua itu memotong ucapannya dengan nada datar.“Dulu dia masih hidup, jadi aku bisa membantunya bersembuny
Hans tidak percaya bahwa aku sudah mati.Meskipun para tenaga medis sudah berkali-kali mengonfirmasi kematianku, meskipun tubuhku telah lama kehilangan suhu dan menjadi kaku, dia tetap mengangkat tubuhku dengan hati-hati dan mata memerah, lalu menaruhku ke dalam ruang pendingin yang diperintahkannya untuk dibuat dalam waktu satu malam.Hans mulai gila-gilaan mencari bukti.Dia memeriksa seluruh rekaman CCTV di rumah dan menelusuri semua catatan rumah sakit.Dia bersikeras percaya bahwa aku belum mati.“Tiga tahun lalu dia bisa memalsukan kematiannya sekali, artinya dia juga bisa melakukannya untuk kedua kalinya.”Pada hari ketiga, dia mengemudikan mobil sendiri menuju rumah perawatan.Dia ingin membawa ibuku pulang ke Keluarga Slemiz.Namun, ketika pintu kamar dibuka, tempat tidur di dalamnya sudah kosong.Hans tertegun.“Di mana orangnya?”Kepala perawat menundukkan kepala.“Nyonya Yenny … sudah meninggal tiga hari yang lalu.”“Nggak mungkin!”“Aku memberinya fasilitas medis terbaik!
Sirene ambulans semakin menjauh, sementara jejak darah di taman bermain segera dibersihkan.Sully menepuk-nepuk rok yang dikenakannya, lalu berbalik menuju tempat parkir.Jordan masih berdiri di tempat, menatap kosong permukaan tanah yang baru saja disiram hingga bersih.“Tante … kita nggak ikut pergi ke rumah sakit?”Sully bahkan tidak menoleh.“Di rumah sakit penuh virus, sementara aku sedang hamil. Kalau aku pergi ke tempat seperti itu, bagaimana kalau sampai memengaruhi bayiku?”Jordan menatap perutnya, lalu mengangguk seolah mengerti.Tante tidak pergi ke rumah sakit karena takut melukai adik.Ibu pernah bilang bahwa bayi itu sangat rapuh.“Kalau begitu … kita tunggu ayah pulang dulu, baru nanti kita pergi melihat ibu?”Sully tidak menjawab. Dia sudah membuka pintu mobil dan langsung duduk di kursi penumpang depan.Jordan membuka pintu belakang. Saat melihat kursi kosong di sana, dia merasa sedikit takut.Dia pun berkata dengan suara pelan, “Tante, bisakah Tante menemaniku duduk d
Saat mata pisau menembus dadaku, darah langsung menyembur deras.Jantung buatan sepenuhnya berhenti berdetak.Tubuhku tiba-tiba kehilangan berat dan perlahan melayang ke atas.Dalam pandanganku yang kabur, wajah Hans tampak terdistorsi. Dia berteriak sekuat tenaga, “Cindy!”Jiwaku terasa semakin ringan. Kemudian, aku melihat diriku yang lain terkulai lemas dalam pelukan Hans. Darah terus mengalir deras dari luka di dadaku.Hans menekan lukaku kuat-kuat dengan kedua tangannya, berusaha menghentikan aliran darah.Namun, semakin kuat dia menekan, semakin deras pula darahku mengalir, sampai merembes melalui sela-sela jarinya dan tak kunjung berhenti.“Cindy! Cindy!”Dia memanggil namaku berkali-kali dengan suara bergetar.“Lihat aku! Jangan tidur! Kamu nggak boleh tidur!”Jordan terpaku di tempat. Mulutnya terbuka, tetapi tidak mampu mengeluarkan suara sedikit pun.Dengan mata memerah, Hans berteriak histeris ke orang-orang di sekitarnya, “Dokter! Panggil ambulans! Cepat!”Kerumunan langsu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.