“Hai, Cantik! Mau ditemani?”Dania yang sedang bertopang pada tembok kontan menoleh. Wajahnya sudah merah padam dan terasa panas. Matanya menatap sayu ke arah pria yang tiba-tiba menghampirinya itu. Ia menyipitkan mata, berusaha mengenali wajah itu. Akan tetapi, ia tak bisa mengenalinya. Ketika pria itu menyentuh tangannya, ada sengatan yang membuat tubuhnya kian meremang. Dania spontan menarik tangannya. Wanita itu tak mengerti mengapa tubuhnya jadi begini. Hal ini tak pernah dirinya rasakan sebelumnya. “Jangan ganggu aku!” seru Dania dengan suara parau. Dania merasa malu sendiri mendengar suaranya. Namun, ia juga tak bisa mencegah dan mengendalikan reaksi tubuhnya, bahkan suaranya sendiri. Dania benar-benar ingin segera pergi dari sini sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi padanya. Pria itu terkekeh pelan. “Yakin? Kamu terlihat sangat membutuhkan aku. Sudahlah, tidak perlu malu-malu, aku bisa memberimu kenikmatan dunia yang tidak pernah kamu rasakan.”“Pergi!” Dania beru
Última actualización : 2026-09-10 Leer más