"Buka matamu, Lily. Lihat aku," bisik Gray dengan suara serak.Lily perlahan membuka mata yang masih berkabut. Tatapannya bertemu dengan iris kelam Gray yang mengawasinya lekat-lekat."Tarik napas, Sayang," ujar Gray rendah. Ia memperlambat gerakannya sejenak, lalu kembali bergerak dengan ritme yang membuat napas Lily tersengal."Oh, Tuan Gray..." Lily mencengkeram seprai, suaranya bergetar.Suara itu seolah menyulut gairah Gray. Ia menggeram pelan, lalu merengkuh pinggang Lily agar tubuh mereka semakin dekat."T-Tuan... saya tidak tahan lagi..." seru Lily tertahan."Jangan ditahan. Lepaskan semuanya bersamaku," bisik Gray. Ia menunduk dan mengecup bibir Lily dengan dalam.Lily hanya mampu mengeluarkan erangan kecil sebelum tubuhnya menegang dalam pelukan Gray.Beberapa saat kemudian, kamar penthouse kembali sunyi. Hanya napas mereka yang terdengar berat dan teratur. Gray menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka, lalu mengecup pelipis Lily dengan lembut."Terima kasih, Lily," bisi
Last Updated : 2026-09-19 Read more