"Mana mungkin, Tuan? Untuk apa saya menyelidiki Anda?" tanya Lily seraya menatap Gray dengan gugup."Baiklah, apa yang ingin kamu tanyakan?"Lily pun mulai mengajukan pertanyaan pribadi tentang diri Gray—mulai dari kota asal, tempat dan tanggal lahir, hobi, makanan kesukaan, hingga hal-hal mendasar lainnya. Semua itu disiapkannya sebagai referensi tambahan jika nanti ada hal pribadi yang ditanyakan dalam tugas wawancaranya.Setelah wawancara selesai, Lily menutup buku catatannya. "Terima kasih, Tuan. Saya sangat puas dengan wawancara ini," ujar Lily.Gray tersenyum menatap gadis di hadapannya. "Kamu memang selalu puas denganku, bocah kecil," bisik Gray dengan nada menggoda.Wajah Lily seketika merona merah. Ia menatap Gray dengan malu-malu. "Kalau hal itu beda lagi ceritanya, Tuan!" sergahnya.Mendengar itu, tawa Gray pun pecah. Gadis kecil miliknya benar-benar menggemaskan."Oh ya, dalam waktu dekat aku berencana datang ke kampusmu. Ada hal yang ingin kubicarakan dengan rekto
Last Updated : 2026-10-11 Read more