“Pagi, mbak Ririn,” sapa Kiara saat memasuki dapur.“Selamat pagi, Bu,” sahut Ririn ceria seperti biasa.Suara langkah teratur Joshua terdengar dari ujung koridor, menyusul dengan sosoknya yang terlihat berjalan mendekat pada Kiara.“Mbak, hari ini nggak perlu masak buat makan malam, ya,” suara berat Joshua membuat kedua wanita itu menoleh bingung padanya.“Kenapa begitu, Pak?” Ririn tampak sedikit was-was.“Kemarin saya udah menghubungi Mamanya Kia, minta dimasakin ayam rica-rica, sop buntut, udang sambal balado dan sayur capcay. Jadi nanti siang Mama kirimin ke sini katanya.” Joshua berucap santai sembari meneguk air putih.Sedangkan Kiara dan Ririn semakin menatap bingung pada pria itu.“Bapak pengen makan itu semua? Saya bisa masaknya kok, Pak,” Ririn khawatir kalau masakannya tidak cocok di lidah Joshua, maka dia akan kehilangan pekerjaan ini.“Nggak, mbak. Jangan salah paham, bukan berarti masakan, mbak nggak enak. Tapi saya lagi pengen masakan mertua saya,” tolak Joshua sopan,
Huling Na-update : 2026-10-07 Magbasa pa