Jantung Kiara berdegup kencang, saat taxi yang ia tumpangi berhenti tepat di depan restoran yang Juno kirimkan alamatnya tadi malam. Siang bolong, matahari tepat di atas kepala, tapi tangan Kiara yang mengelus perutnya terasa dingin.Ia menarik napas panjang, merapikan kacamata hitam dan masker yang menutupi wajahnya. Dengan langkah mantap yang ia paksakan, ia mendorong pintu kaca restoran itu.Di ujung lorong, Juno sudah berdiri di depan sebuah private room. Pria itu mengangguk hormat, lalu membukakan pintu untuknya tanpa banyak bicara.“Saya tunggu di ruangan sebelah, Bu. Kalau sudah selesai, hubungi saya saja,” bisik Juno pelan, lalu berlalu.Aroma ruangan yang dingin langsung menyergap. Dan di sana, di kursi seberang, duduk seorang wanita muda dengan kepala tertunduk dalam. Bahunya bergetar pelan.Kiara mengayunkan kakinya. Suara heelsnya terdengar jelas memecah keheningan ruangan.“Jangan takut, Dinda, saya datang bukan untuk menghakimi kamu.” Kiara membuka suara melihat wanita d
Last Updated : 2026-09-29 Read more