Sore itu Joshua berdiri terpaku menatap layar monitor. Matanya berkaca-kaca, tapi rahangnya mengeras menahan agar air matanya tidak benar-benar jatuh. Ia menoleh pada Kiara, wanita itu masih berbaring dengan pelupuk mata dipenuhi genangan air bening. Tuk... tuk... tuk… Suara kecil itu tak hanya memenuhi ruangan, tapi juga hati Kiara dan Joshua. Ini kali pertama mereka mendengar suara detak jantung baby Chery. “Di usia 8 minggu ini suara detak jantungnya masih sangat kecil, Bu, Pak, tapi jangan khawatir bayinya sehat kok. Nanti setelah usia 16 minggu maka suaranya akan lebih jelas,” ucap dokter Annisa dengan senyuman ramah. “Bakal lebih keras dari ini suara detak jantungnya, dok?” ujar Joshua takjub, suaranya serak menahan haru. “Benar, Pak. Akan jauh lebih keras dan jelas.” Dokter Annisa lalu melihat catatan Kiara, “Luar biasa, Bu Kiara. Mual dan muntahnya sudah hilang, berat badan naik sedikit, tekanan darah juga bagus. Semua normal.” dokter Annisa menoleh pada Kiara dan Joshu
Huling Na-update : 2026-10-03 Magbasa pa