Selain hembusan angin yang menerpa, Dominic juga merasakan hembusan napas Elora disebelahnya. Dengan duduk santai dan kepalanya yang bersandar di bahunya sesekali memejamkan matanya.Bagi Elora, bahu Dominic adalah sesuatu yang kaku namun hangat. "Kak dom! Lihat!" Elora tiba-tiba duduk tegak, dia melepaskan sandar nya dan membuat dominic tersentak.Di kanan kapal, tebing karst tinggi menjulang, warna abu-abu keemasan kena matahari sore. Di atas tebing, monyet kecil loncat-loncat."Monyeet, kak Dominic! Mereka banyak sekali!" Elora tertawa, tawa yang begitu lepas yang membuat rambutnya yang dikuncir ikut bergoyang-goyang.Dominic melihat monyet dan kawanan nya itu. Tapi tak bertahan lama, dia kembali menoleh pada Elora. Tawa Elora yang kembali terdengar membuat nya merasa lega."Elora hati-hati.... nanti jatuh," kata Dominic, tangannya siap nahan pinggang Elora kalau kapal goyang."Kak Dominic, airnya sangat jernih! Lihat kawanan ikan itu!" Kapal yang membawa mereka mulai melewati per
Last Updated : 2026-10-12 Read more