Butiran salju turun. Melalui jendela kaca dengan gorden yang terbuka, Megan dan Benedict sama-sama bisa melihat butiran halus berwarna putih itu turun kemudian memenuhi lantai balkon.Megan menjadikan dada Benedict sebagai bantalan, jemari mereka saling bertaut dan pandangan yang sama-sama mengarah pada jendela.“Salju pertama,” lirih Megan, kemudian menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya yang telanjang.“Hm.” Jemari tangan Benedict mengusap jemari Megan.“Sudah berapa lama kita bersama?” tanya Megan.“Selamanya,” balas Benedict.Megan tertawa. “Sudah berapa, bukan untuk berapa lama kita bersama.”Selanjutnya yang terjadi adalah kehangatan yang dirasakan Megan karena Benedict mendekap tubuhnya.“Bukankah tadi kamu bilang akan kembali pada teman-teman kamu?” tanya Megan.“Ya, tapi aku tinggal bilang aku ada urusan,” balas Benedict dengan enteng.Membohongi teman-temannya sudah menjadi kebiasaan Benedict, Megan sampai menggeleng melihatnya. Namun bagaimana lagi, tidak mungkin
Last Updated : 2026-10-07 Read more