“Benedict,” panggil Megan masuk begitu saja ke dalam kamar mandi Benedict.Megan yakin Benedict mendengarnya, namun pria itu hanya berpura-pura tuli saja dan sibuk berada di bawah shower dengan tubuh telanjang.Megan terdiam dan menatap tubuh bagian belakang Benedict. Bibirnya terbuka melihat bagaimana tetesan air itu mengenai tubuh kekar pria itu.Dirinya bukan orang mesum, namun akan rugi sendiri jika mengabaikan pemandangan indah di hadapannya.Sampai akhirnya Benedict menoleh ke arahnya singkat dan berkata. “Jangan melihat pantatku, aku malu.”Megan mengerjap, ucapan dan tindakan pria itu memang tidak pernah singkron. Jika malu bisa ambil handuk dan segera pergi.Tapi ini seolah malah tebar pesona dengan memunggunginya saja.Megan memutar bola matanya malas. “Tidak ada, karena sekarang aku hanya melihat kepala kamu yang keras kepala dan tidak mau memberitahuku kenapa kamu diam saja.”Benedict memutar tubuhnya, kemudian melengos dan mendengus. “Yakin hanya aku?” tanyanya lalu menga
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-26 อ่านเพิ่มเติม