“Bisa panggilkan Benedict?” tanya Megan ketika berada di depan rumah para atlit kampus. “Ben?” Christ menoleh ke belakang. “Aku panggilkan.” Megan mengeratkan jaketnya, udara semakin dingin namun setelah bekerja ia memutuskan langsung ke sini. Keadaan di kantor sama saja, namun untungnya ia tidak melihat Joseph. katanya pria sedang perjalanan dinas di luar kota selama beberapa hari. Megan sangat bersyukur tidak bertemu pria itu. “Dia sibuk main game, tidak mau diganggu katanya,” balas Chirst kembali ke pintu. Christ mengacak rambutnya pelan. Terlihat bingung sembari menatap Megan. “Katakan padaku, aku akan memberitahunya,” ucap Christ. “Dia sangat sensitif akhir-akhir ini, mungkin karena menjelang pertandingan final.” “Sungguh?” tanya Megan. “Ya, tapi panggil saja jika ingin bicara dengannya,” suruh Christ membuka pintu lebih lebar. Megan memejamkan mata, kemudian berjinjit dan melihat ke dalam. “BENEDICT!” teriaknya. “Bagus!” Christ mundur. “Teriak lagi, dia pasti
最終更新日 : 2026-10-12 続きを読む