"Menurutmu aku akan mendengarkanmu?"Daren mulai menciumi Zea dengan dominasi penuh. Ia tidak memberikan ruang bagi Zea untuk menghindar. Lidahnya menjelajahi bibir Zea, memaksa masuk dan mengaduk isi mulut wanita itu dengan rakus. Pertukaran saliva terjadi dengan intens, menciptakan suara basah yang menggema di ruangan yang sunyi itu."Mmph... Daren, jangan."Zea masih mencoba memprotes, namun suaranya kini terdengar lebih seperti rintihan daripada penolakan. Tubuhnya mulai mengkhianati kata-katanya. Saat tangan Daren mulai merayap turun, menyelinap ke balik pakaian Zea, wanita itu justru melengkungkan punggungnya, mencari kontak lebih banyak."Kau bilang jangan, tapi tubuhmu justru meminta lebih."Daren menggeser tangannya, meremas aset kembar Zea dengan tekanan yang pas, membuat Zea mendesah keras."Hentikan, aku tidak—""Bohong. Kau sangat menginginkanku, bukan." Daren melepaskan kaitan tangannya, namun hanya untuk membuka kancing pakaian Zea dengan terburu-buru. Kain tipis
Last Updated : 2026-08-28 Read more