Share

Bab 2: Rencana Gila

Author: Cia예요
last update publish date: 2026-08-25 18:14:04

Langkah kaki Zea terseret lesu menyusuri lorong fakultas. Bahunya meluruh, sementara wajah cantiknya tertekuk dalam-dalam. Pikiran tentang jamuan makan malam nanti terus berputar di kepalanya bagaikan kaset rusak yang memusingkan.

"Zea! Sini!"

Panggilan nyaring dari sudut area kantin menarik perhatian Zea. Di sana, Fiona dan Nadin sudah duduk menguasai salah satu meja panjang dengan aneka cemilan di hadapan mereka.

Zea melangkah mendekat lalu menjatuhkan tubuhnya di kursi kosong tanpa semangat.

Nadin tertawa kecil menatap sahabatnya. "Ada apa dengan wajahmu itu? Baru sampai kampus tapi penampilanmu sudah seperti pakaian belum disetrika. Murung sekali, kelihatan jelek tahu."

"Benar kata Nadin," sahut Fiona memiringkan kepala, menatap Zea penuh curiga. "Biasanya jam segini kau sudah sibuk tebar pesona atau mengomeli dosen. Ada masalah apa?"

Zea mendesah berat, menopang dagunya dengan kedua tangan. "Pagi-pagi aku sudah kena racun di meja makan."

"Racun apa maksudmu?" tanya Nadin penasaran.

"Nanti malam aku disuruh menemui pria bernama Daren itu di Restoran Luxe," jawab Zea lesu.

Mata Fiona langsung membelalak lebar. "Pria yang mau dijodohkan denganmu itu?"

Zea mengangguk lambat. "Siapa lagi kalau bukan pria itu. Pusing sekali kepalaku memikirkannya."

"Wah, serius?" Nadin meletakkan cangkir kopinya kembali ke meja. "Jadi Om Bastian dan Tante Sisca benar-benar mengeksekusi rencana perjodohan konyol itu?"

"Iya, Nadin. Makanya aku malas sekali," sungut Zea mengerucutkan bibir.

"Aku ini masih ingin bebas. Aku masih ingin menjadi remaja labil yang menikmati masa muda, pesta, main ke sana-sini tanpa ada beban status istri. Memangnya aku kelihatan sudah pantas jadi ibu-ibu rumah tangga?"

"Tentu saja belum," balas Fiona terkekeh. "Kelakuanmu saja masih barbar begitu. Lalu bagaimana? Kau akan tetap datang menemui pria itu nanti malam?"

Zea tidak langsung menjawab. Perlahan, wajah lesunya berganti dengan sunggingan bibir yang terangkat di satu sisi. Manik matanya berkilat penuh intrik.

Nadin yang menangkap perubahan raut wajah itu langsung menunjuk Zea dengan sedotan. "Tunggu dulu. Ekspresi wajahmu itu sangat mencurigakan. Kau sedang merencanakan hal besar ya?"

"Bukan cuma besar, Nadin. Ini rencana mahakarya," jawab Zea penuh percaya diri.

Fiona memajukan badannya ke meja. "Coba ceritakan. Jangan membuat kami penasaran."

Zea berbisik pelan, mengamati sekitar sebelum melanjutkan. "Kalian tahu kan kalau rumornya Daren Elvano itu mengidap haphephobia parah dan alergi sentuhan wanita?"

Fiona mengangguk cepat. "Tentu tahu. Aku kan yang pertama kali memberi tahu gosip itu padamu. Kenapa memangnya?"

"Nanti malam di restoran, aku tidak akan duduk manis seperti yang diminta Mama," Zea tersenyum miring.

"Begitu kami bertemu, aku akan langsung nekat menyentuhnya. Bukan cuma sekali, tapi bertubi-tubi!"

Nadin melotot kaget. "Kau gila, Ze? Menyentuhnya secara sengaja?"

"Iya! Aku akan memegang tangannya, ah tidak, langsung menyentuh dadanya, atau kalau perlu aku gelayutan di lehernya," lanjut Zea membara.

"Kalau rumor itu benar, dia pasti akan mengalami reaksi alergi parah. Pingsan, gatal-gatal, atau bahkan kejang sekalian di tempat!"

"Lalu setelah itu?" tanya Fiona menahan napas.

"Setelah itu, pria dingin dan sombong itu pasti akan murka setengah mati padaku," Zea menepuk dadanya bangga.

"Dia akan menganggapku wanita murahan, jijik padaku, dan detik itu juga dia sendiri yang membatalkan perjodohan ini secara sepihak. Orang tuaku tidak bisa menyalahkanku karena Daren yang memutuskan hubungan lebih dulu. Dan aku? Bebas merdeka!"

Hening sejenak di meja kantin itu. Nadin dan Fiona saling berpandangan dengan tatapan tak percaya.

"Astaga, Zea," Nadin memegang dahinya menggelengkan kepala. "Isi otakmu itu kadang-benar di luar nalar manusia normal."

"Tapi rencana ini masuk akal kan?" desak Zea menatap sahabatnya bergantian. "Kalian harus mendukung aku kali ini!"

Fiona mendesah pasrah namun senyum jahil mulai terbit di bibirnya. "Jujur saja ide ini sangat berisiko. Tapi karena ini menyangkut kebebasanmu... tentu saja kami dukung seratus persen."

"Betul sekali," timpal Nadin bersemangat. "Kalau mau bertindak barbar, sekalian saja buat penampilanmu nanti malam mendukung aksi nekat itu."

Zea mengangkat alisnya tertarik. "Maksudmu?"

"Serahkan urusan penampilan nanti sore padaku dan Fiona," bisik Nadin mengedipkan matanya. "Kita buat pria dingin itu shock berat bahkan sebelum kau menyentuhnya."

Fiona menyandarkan punggungnya ke kursi sambil menyilangkan dada, mengamati Zea dari atas ke bawah.

"Benar. Kita akan mengubah penampilan polos dan barbarmu ini menjadi sosok wanita liar yang paling ditakuti oleh pria dingin berprinsip kaku seperti Daren."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!   Bab 8: Unboxing Liar Tanpa Ampun (18+)

    "Menurutmu aku akan mendengarkanmu?"Daren mulai menciumi Zea dengan dominasi penuh. Ia tidak memberikan ruang bagi Zea untuk menghindar. Lidahnya menjelajahi bibir Zea, memaksa masuk dan mengaduk isi mulut wanita itu dengan rakus. Pertukaran saliva terjadi dengan intens, menciptakan suara basah yang menggema di ruangan yang sunyi itu."Mmph... Daren, jangan."Zea masih mencoba memprotes, namun suaranya kini terdengar lebih seperti rintihan daripada penolakan. Tubuhnya mulai mengkhianati kata-katanya. Saat tangan Daren mulai merayap turun, menyelinap ke balik pakaian Zea, wanita itu justru melengkungkan punggungnya, mencari kontak lebih banyak."Kau bilang jangan, tapi tubuhmu justru meminta lebih."Daren menggeser tangannya, meremas aset kembar Zea dengan tekanan yang pas, membuat Zea mendesah keras."Hentikan, aku tidak—""Bohong. Kau sangat menginginkanku, bukan." Daren melepaskan kaitan tangannya, namun hanya untuk membuka kancing pakaian Zea dengan terburu-buru. Kain tipis

  • Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!   Bab 7:

    Daren melempar pandangan tajam, lalu menjatuhkan tubuh Zea ke atas sofa kulit berukuran besar di sudut ruangan VIP. Sebelum Zea sempat melipat kakinya untuk bergerak melarikan diri, Daren sudah memangkas celah. Pria itu mengungkung tubuh Zea di bawah kungkungan kokohnya, menutup rapat setiap sudut pergerakan gadis itu. "Hentikan, Daren," cicit Zea seraya meletakkan kedua telapak tangannya di dada bidang Daren, mencoba mendorong pria itu dengan sisa tenaga. Daren terkekeh rendah. Suara seraknya bergema pekat tepat di depan rahang Zea. "Hentikan? Bukankah situasi ini yang kau inginkan sejak awal?" Zea memalingkan wajah, napasnya memburu panik saat menyadari kerapatan jarak mereka. "Aku cuma bercanda. Aku hanya memancingmu." "Memancingku?" Daren menyunggingkan senyum miring yang dingin dan penuh ancaman. "Dengan cara melompat ke pangkuanku, menarik dasiku, lalu mendaratkan ciuman bertubi-tubi di leherku?" "Aku hanya ingin membuktikan rumor itu," aku Zea jujur dengan suara gemetar. I

  • Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!   Bab 6: Bangkitnya Gairah Berbahaya

    "Kenapa diam saja, Calon Suami? Mulai merasa pusing?" bisik Zea dengan sunggingan bibir kemenangan.Zea masih bertengger santai di pangkuan Daren. Matanya berbinar senang memperhatikan kulit leher dan wajah pria itu yang makin memerah padam. Napas Daren juga terdengar kian memburu, berat, dan terengah-engah.'Wajahnya merah sekali. Ini pasti reaksi alerginya sudah menjalar ke seluruh tubuh. Aku harus dorong sedikit lagi sampai dia benar-benar kejang atau pingsan di tempat,' batin Zea penuh semangat.Zea tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Kedua tangannya bergerak makin agresif dan brutal. Jemari lentiknya menyambar dasi hitam yang melingkar rapi di leher Daren, lalu menarik simpul kain mahal itu hingga melonggar kasar. Tanpa rasa canggung, ia menyelipkan jemarinya ke balik kerah kemeja Daren yang terbuka, mengelus dada bidang pria itu dengan usapan yang makin menantang."Bicaralah, Daren. Jangan cuma diam membisu seperti patung," panggil Zea seraya mendekatkan wajah cantikn

  • Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!   Bab 5: Godaan Gadis Nakal

    BRAK!Pintu kayu jati ruangan VIP Restoran Luxe yang tebal dan kokoh itu didorong kasar dari luar hingga membentur dinding dengan suara nyaring yang menggelegar."Halo, calon suamiku sayang!" seru Zea Mahendra dengan nada suara yang sengaja dibuat nyaring, percaya diri, dan sangat menantang.Sebelum Daren maupun Alex sempat mencerna situasi ajaib yang sedang terjadi di depan mata mereka, Zea mengambil langkah seribu. Tubuh mungilnya melesat cepat melewati Alex yang masih membatu di tengah ruangan. Tanpa ragu sedikit pun, Zea melompat dan mendaratkan bokongnya tepat di atas pangkuan Daren yang masih terduduk di kursi kebesarannya.Kedua kakinya yang mulus terbuka lebar mengapit pinggang gagah sang CEO. Tanpa membuang jeda satu detik pun, Zea memajukan badannya, melingkarkan kedua lengan halus tanpa lengannya di leher Daren, dan langsung meraba dada bidang pria itu di balik kemeja hitam mewahnya."Astaga, calon suamiku ini gagah sekali," bisik Zea dengan nada suara yang dibuat-buat man

  • Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!   Bab 4: Mangsa yang Menyeramkan

    Pencahayaan temaram menyelimuti ruang VIP Restoran Luxe. Di balik meja kayu jati berukir indah, Daren Elvano duduk tegap dengan kemeja hitam yang tergulung hingga siku. Jemari panjangnya bergerak santai mengusap layar tablet kerja, memeriksa grafik saham tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun. Di sebelahnya, Alex Vane berdiri sigap sambil memegang jadwal harian sang CEO. "Tuan Daren, sepuluh menit lagi jamuan makan malam dengan putri keluarga Mahendra akan dimulai," Alex membuka percakapan dengan nada suara yang sangat profesional. Daren tidak langsung menjawab. Ia hanya mendengus pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tablet. "Urusan bisnis Papa yang selalu merepotkan." "Tuan William dan Nyonya Helena sudah memesankan menu terbaik untuk malam ini, Tuan. Beliau berharap Anda bisa membangun interaksi yang baik dengan Nyonya Muda," tambah Alex. "Nyonya Muda?" Daren terkekeh dingin. "Gadis dua puluh satu tahun yang bahkan belum menyelesaikan kuliahnya? Dia pasti hanya m

  • Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!   Bab 3: Gaun Merah Menyala

    Sore harinya, kamar ganti di rumah mewah Fiona sudah berubah drastis menjadi markas persiapan perang. Berbagai alat rias profesional berserakan di atas meja kaca, sementara beberapa gantungan baju dipenuhi koleksi gaun malam milik Fiona.Zea duduk di kursi rias sambil memperhatikan dua sahabatnya yang sibuk hilir mudik di belakangnya."Ganti bajumu dengan ini, Zea," ucap Fiona sembari melemparkan selembar gaun berwarna merah menyala ke arah paha Zea.Zea menangkap gaun itu lalu memperhatikannya dari atas sampai bawah. Dahi mulusnya berkerut heran. "Fiona, kau yakin aku harus memakai ini? Potongan dadanya rendah sekali, lalu bahunya benar-benar terbuka tanpa lengan. Bahan kainnya juga pendek di atas lutut.""Justru itu poin utamanya, Zea," sahut Nadin gemas sambil merapikan kuas rias di tangannya. "Kalau kau memakai gaun sopan tertutup seperti anak sekolahan, Daren tidak akan kaget. Kita harus membuat penampilan pertamamu terlihat liar dan sangat seksi di matanya.""Benar kata Nadin,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status