LOGIN"Lepaskan, Daren! Bukankah seharusnya tubuhmu menolakku? Aku hanya—" ㅤ "Kondisi itu ternyata tidak berlaku padamu. Dosis darimu sudah cukup untuk membangkitkan sesuatu dari dalam diriku... dan sekarang, terimalah konsekuensinya." ㅤ Berniat menggagalkan perjodohan, Zea nekat menggoda Daren dengan sentuhan nakal di pertemuan pertama agar Daren murka. Mengira rumor sang Presdir alergi wanita itu benar, Zea justru bernasib sial. ㅤ Bukannya alergi, sentuhan Zea justru menjadi satu-satunya penawar yang membakar gairah Daren. Malam yang seharusnya membatalkan perjodohan justru menjadi malam panjang yang menjerat mereka dalam ikatan pernikahan! ㅤ Bagi Daren, Zea hanyalah obat berjalan sekaligus pemuas gairahnya. Bagi Zea, Daren tak lebih dari om-om mesum. ㅤ Akankah cinta tumbuh di antara dua orang yang sama-sama gengsi ini, ataukah pernikahan ini hanya dipenuhi gairah tanpa rasa?
View More"Menurutmu aku akan mendengarkanmu?"Daren mulai menciumi Zea dengan dominasi penuh. Ia tidak memberikan ruang bagi Zea untuk menghindar. Lidahnya menjelajahi bibir Zea, memaksa masuk dan mengaduk isi mulut wanita itu dengan rakus. Pertukaran saliva terjadi dengan intens, menciptakan suara basah yang menggema di ruangan yang sunyi itu."Mmph... Daren, jangan."Zea masih mencoba memprotes, namun suaranya kini terdengar lebih seperti rintihan daripada penolakan. Tubuhnya mulai mengkhianati kata-katanya. Saat tangan Daren mulai merayap turun, menyelinap ke balik pakaian Zea, wanita itu justru melengkungkan punggungnya, mencari kontak lebih banyak."Kau bilang jangan, tapi tubuhmu justru meminta lebih."Daren menggeser tangannya, meremas aset kembar Zea dengan tekanan yang pas, membuat Zea mendesah keras."Hentikan, aku tidak—""Bohong. Kau sangat menginginkanku, bukan." Daren melepaskan kaitan tangannya, namun hanya untuk membuka kancing pakaian Zea dengan terburu-buru. Kain tipis
Daren melempar pandangan tajam, lalu menjatuhkan tubuh Zea ke atas sofa kulit berukuran besar di sudut ruangan VIP. Sebelum Zea sempat melipat kakinya untuk bergerak melarikan diri, Daren sudah memangkas celah. Pria itu mengungkung tubuh Zea di bawah kungkungan kokohnya, menutup rapat setiap sudut pergerakan gadis itu. "Hentikan, Daren," cicit Zea seraya meletakkan kedua telapak tangannya di dada bidang Daren, mencoba mendorong pria itu dengan sisa tenaga. Daren terkekeh rendah. Suara seraknya bergema pekat tepat di depan rahang Zea. "Hentikan? Bukankah situasi ini yang kau inginkan sejak awal?" Zea memalingkan wajah, napasnya memburu panik saat menyadari kerapatan jarak mereka. "Aku cuma bercanda. Aku hanya memancingmu." "Memancingku?" Daren menyunggingkan senyum miring yang dingin dan penuh ancaman. "Dengan cara melompat ke pangkuanku, menarik dasiku, lalu mendaratkan ciuman bertubi-tubi di leherku?" "Aku hanya ingin membuktikan rumor itu," aku Zea jujur dengan suara gemetar. I
"Kenapa diam saja, Calon Suami? Mulai merasa pusing?" bisik Zea dengan sunggingan bibir kemenangan.Zea masih bertengger santai di pangkuan Daren. Matanya berbinar senang memperhatikan kulit leher dan wajah pria itu yang makin memerah padam. Napas Daren juga terdengar kian memburu, berat, dan terengah-engah.'Wajahnya merah sekali. Ini pasti reaksi alerginya sudah menjalar ke seluruh tubuh. Aku harus dorong sedikit lagi sampai dia benar-benar kejang atau pingsan di tempat,' batin Zea penuh semangat.Zea tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Kedua tangannya bergerak makin agresif dan brutal. Jemari lentiknya menyambar dasi hitam yang melingkar rapi di leher Daren, lalu menarik simpul kain mahal itu hingga melonggar kasar. Tanpa rasa canggung, ia menyelipkan jemarinya ke balik kerah kemeja Daren yang terbuka, mengelus dada bidang pria itu dengan usapan yang makin menantang."Bicaralah, Daren. Jangan cuma diam membisu seperti patung," panggil Zea seraya mendekatkan wajah cantikn
BRAK!Pintu kayu jati ruangan VIP Restoran Luxe yang tebal dan kokoh itu didorong kasar dari luar hingga membentur dinding dengan suara nyaring yang menggelegar."Halo, calon suamiku sayang!" seru Zea Mahendra dengan nada suara yang sengaja dibuat nyaring, percaya diri, dan sangat menantang.Sebelum Daren maupun Alex sempat mencerna situasi ajaib yang sedang terjadi di depan mata mereka, Zea mengambil langkah seribu. Tubuh mungilnya melesat cepat melewati Alex yang masih membatu di tengah ruangan. Tanpa ragu sedikit pun, Zea melompat dan mendaratkan bokongnya tepat di atas pangkuan Daren yang masih terduduk di kursi kebesarannya.Kedua kakinya yang mulus terbuka lebar mengapit pinggang gagah sang CEO. Tanpa membuang jeda satu detik pun, Zea memajukan badannya, melingkarkan kedua lengan halus tanpa lengannya di leher Daren, dan langsung meraba dada bidang pria itu di balik kemeja hitam mewahnya."Astaga, calon suamiku ini gagah sekali," bisik Zea dengan nada suara yang dibuat-buat man












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.