Kristo kecewa setengah mati padanya, "Winny, kenapa kamu tega bohongi aku? Kamu tahu nggak, gara-gara kebohonganmu itu, aku sampai tega mencelakai anakku sendiri sama Renata!""Aku ...."Winny tahu sudah tidak bisa mengelak lagi, dia cuma bisa menangis, "Aku nggak sengaja, dia yang provokasi aku duluan! Aku emosi banget, makanya sampai kayak gitu!""Aku beneran nggak sengaja, Kristo. Kamu paham aku, 'kan? Kamu tahu sendiri aku bukan orang yang licik kayak gitu, aku nggak tahu bakal kejadian kayak gini!""Nggak tahu?" Kristo terkekeh sinis, "Ternyata apa yang dibilang Renata itu bener. Perkataannya soal dia nggak pernah lakukan hal itu, beneran nyata."Mendadak teringat sesuatu, Kristo menoleh menatapnya tajam, "Aku mau tanya, semalam kamu ada angkat telepon nggak?""Ada." Winny menarik napas dalam-dalam, lalu menjawab dengan nada datar, "Kamu sama bayi lagi asyik main, aku cuma nggak mau orang-orang itu malam-malam ganggu kalian. Mana aku tahu kalau telepon-telepon itu ada hubungannya
Read more