MasukTiga tahun setelah rujuk kembali dengan Kristo, Renata akhirnya hamil. Sebagai istrinya, Renata berusaha mati-matian menghindari pertengkaran dengannya. Saat dia pulang larut malam, Renata tidak lagi pergi menyambutnya. Saat mabuk berat karena urusan pekerjaan, Renata hanya menyuruh asisten rumah tangga membuatkan sup pereda mabuk. Dia sibuk bekerja dan jarang pulang ke rumah, tapi Renata tidak pernah menggunakan telepon di kompleks kediaman tentara untuk mencarinya. Bahkan saat usia kandungannya menginjak delapan bulan, Renata menemukan sebotol pelembap wajah yang bukan miliknya di dalam saku mantel pria itu, tapi dia hanya membisu dan mengembalikannya ke tempat semula. Hingga pada hari itu, saat pergi melakukan pemeriksaan kehamilan ke pos kesehatan ibu dan anak di dekat kompleks kediaman tentara, Renata justru menyaksikan pemandangan yang paling menyakitkan. Dua perawat muda baru saja berjalan keluar dari kamar rawat sambil berujar pelan, "Komandan Kristo perhatian banget ya sama istri rekannya. Baru aja melahirkan bayi cowok yang sehat, langsung disewakan kamar VIP terbaik di sini!" "Dengar-dengar Winny ini jandanya rekan Kristo. Perhatian Komandan Kristo benar-benar nggak ada duanya, siang hari dijaga terus, malam hari pun nggak pulang ke kompleks kediaman tentara. Benar-benar orang yang tahu balas budi dan punya perasaan." "Tapi dengar-dengar istrinya Komandan Kristo juga udah mau melahirkan, 'kan? Kalau sampai tahu, nggak tahu deh bakal gimana!" Suara perawat itu melirih, tapi terdengar begitu jelas masuk ke telinga Renata. Menatap pria di dalam ruangan yang sedang menggendong bayi sambil mengobrol bersama rekan kerjanya, pelupuk mata Renata tidak tahan untuk menggenang merah. Dia memutuskan untuk bercerai, kali ini, tidak akan pernah ada kata rujuk lagi!
Lihat lebih banyak"Renata ...."Kristo tahu perkataan apa pun yang diucapkannya tidak akan pernah bisa menyampaikan rasa penyesalannya.Dia berlutut di tanah tepat di hadapan Renata, menatapnya dengan kedua mata yang memerah darah, "Aku tahu aku ngomong apa pun udah nggak ada gunanya, tapi kamu tega lihat anak sekecil ini tumbuh tanpa sosok ayah?""Siapa bilang dia nggak punya ayah?"Renata mengangkat alisnya, "Nanti aku bakal ketemu lelaki yang jauh lebih baik, dia bakal punya ayah. Walaupun nggak ada, dia juga nggak bakal sudi mengakui bajingan kayak kamu sebagai ayahnya! Kristo, kalau kamu masih punya sedikit aja hati nurani, sekarang juga balik dan jangan pernah muncul lagi di depan aku sama putriku! Kalau nggak, aku bakal bawa putriku pindah ke tempat yang nggak bakal pernah bisa kamu temukan!""Harus banget kayak gini?"Kristo menangis, dia benar-benar merasakan rasa sakit yang teramat dalam."Kenapa nggak bisa kayak tiga tahun lalu, kasih aku kesempatan terakhir sekali lagi? Sekali ini aja, boleh
"Renata, bayinya belum meninggal, 'kan? Bayi kita belum meninggal, 'kan?""Renata, keluar ketemu aku! Aku mau lihat bayi kita, kenapa kamu tega bohongi aku! Kenapa bayinya belum meninggal, tapi kamu bilang udah meninggal!"Dia seperti orang gila menarik-narik pagar besi sambil berteriak keras, hingga para tetangga sekitar berhamburan keluar untuk menonton.Di dalam rumah, Renata sedang memangku bayinya sambil mengajak bermain. Saat mendengar suara berisik Kristo, sudut bibirnya mengukir segaris senyum sindiran.Pria itu masih punya muka buat bertanya kenapa?Kalau hari itu anak buahnya tidak luluh dan membawanya ke pos kesehatan.Jangankan bayinya, nyawanya sendiri mungkin sudah melayang.Bayi ini adalah buah perjuangan yang hampir menukarkan nyawanya, sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Kristo."Berengsek si Kristo ini, aku harus keluar buat hajar dia sampai sadar!"Kevin mengomel dan berniat menerobos keluar, tapi Renata yang melihat pria itu dikerumuni tetangga akhirnya mem
"Si Kristo ini sebenarnya mau ngapain sih?"Begitu mengetahui hal ini, Kevin langsung mengomel, mau mendatangi rumah seberang untuk membuat perhitungan dengan Kristo.Renata tidak bisa melakukan apa-apa selain memintanya untuk tetap tenang.Kristo baru saja menyuruh asisten rumah tangga untuk memasukkan dan menata furniture barunya, begitu berbalik dia melihat Kevin sudah berdiri di belakangnya."Ayah! Akhirnya Ayah mau ketemu sama aku.""Tunggu dulu, ada baiknya Komandan Kristo jaga tata cara manggil orang. Kamu sama anakku udah cerai, aku bukan ayahmu, seterusnya juga nggak bakal jadi ayahmu."Kevin memotong ucapannya, lalu bertanya dengan suara berat, "Aku mau tanya, kamu beli rumah ini sebenarnya mau ngapain?""Ayah, aku tahu aku salah. Kedatanganku kali ini cuma mau mohon ampun dan minta maaf sama Renata."Kristo mengerutkan dahi, nadanya terdengar begitu rendah dan memohon, "Kalau Renata nggak mau maafkan aku, aku bakal tinggal di sini selamanya, sampai dia mau maafkan aku.""Hal
Di kediaman Keluarga Adista.Waktu sudah sore saat Kristo sampai.Dia menaiki kereta seharian penuh hingga tubuhnya terasa sangat lelah.Namun, tanpa beristirahat sedikit pun, dia langsung bergegas menuju kediaman Keluarga Adista.Tiga tahun lalu, dia juga menjemput Renata dari tempat ini.Waktu itu di hadapan ayah dan ibu Renata, dia berjanji seumur hidup ini tidak akan pernah mengecewakan Renata lagi.Namun, baru tiga tahun berlalu, dia sudah membuat kesalahan lagi.Bahkan kesalahan kali ini jauh lebih parah ketimbang tiga tahun lalu.Dia tidak cuma malu bertemu Renata, tapi juga tidak punya muka lagi di hadapan ayah dan ibunya."Permisi Pak, cari siapa ya?"Asisten rumah tangga Keluarga Adista melihat pria itu celingukan di depan pintu, lalu menegurnya penuh waspada, "Kalau nggak ada urusan tolong pergi, atau saya panggilkan polisi."Itu adalah asisten rumah tangga baru yang tidak mengenali Kristo."Saya suaminya Renata, saya mau cari dia.""Kamu mantan suaminya nona kami?"Nasib da






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.