Keluar dari pos kesehatan, Renata menyusuri jalanan untuk berjalan pulang ke kompleks kediaman tentara.Baru sampai di depan pintu, dia melihat Kristo berdiri di sana dengan dahi berkerut rapat."Kamu dari mana aja?" Nada bicaranya sedikit melembut, "Kamu beneran nggak enak badan?"Dia tadinya ingin marah, tapi wajah wanita itu tampak pucat pasi, benar-benar seperti sedang sakit.Nada bicara Renata terdengar tenang, "Iya, tadi kamu sendiri yang dorong aku sampai jatuh, kamu nggak ingat?"Kristo baru teringat, dia tadi tidak sengaja menabraknya."Maaf, tadi aku terlalu panik, kamu ada yang luka nggak?"Renata tidak menjawab, dia hanya bertanya, "Gimana keadaan anaknya Winny?""Untung aja nggak apa-apa, kalau nggak, itu menyangkut nyawa orang."Kristo menarik napas dalam-dalam, melangkah mendekatinya, lalu berkata dengan suara lembut, "Nanti-nanti jangan emosian lagi, ya? Anaknya masih kecil banget, kamu kok tega-teganya kasar sama dia?"Renata mendongak, menatap pria di hadapannya, lalu
Read more