Elena mengepalkan tangan di sisi gaun merahnya yangterkoyak. Mengabaikan rasa perih yang menjalar di tubuh bagian bawah, iamengangkat dagu, menatap langsung ke dalam mata hitam pekat Lucian."Tuan Vance, aku masuk karena melarikan diri dari priayang mencoba menculikku!" tegas Elena, menahan getar di suaranya. "Aku tidak tahu ini kamar Anda. Kalau tahu tempat inidihuni pria berbahaya seperti Anda, aku tak akan pernah menginjakkan kaki disini. Semalam Anda di bawah pengaruh obat, dan aku hanyalah korbansituasi!"Lucian berhenti beberapa sentimeter di depan Elena, menundukhingga embusan napasnya menyapu pipi wanita itu."Korban?" Lucian terkekeh sinis. "Di duniaku,Nona Restu, tidak ada istilah korban. Hanya ada pihak yang diuntungkan ataudimanfaatkan. Dan semalam, kamu telah mengacaukan rencanaku."Lucian berbalik santai menuju meja kerja, mengetuk layar tablet-nya.Tak sampai semenit, pintu penthouse terbuka. Roy, asisten pribadinya,masuk membawa map tebal sambil membungkuk h
Last Updated : 2026-08-25 Read more