LOGINElena Restu terdesak ketika ayah tirinya menjualnya demi melunasi utang judi dan biaya pengobatan adiknya. Melarikan diri di lorong hotel mewah, ia bersembunyi di kamar penthouse milik Lucian Vance—CEO dingin dan paling mematikan yang sedang dijebak obat perangsang. Malam panas tak terelakkan terjadi. Namun, saat Elena mencoba melarikan diri esok harinya, Lucian menyandera kartu identitasnya dan memberikan satu-satunya pilihan: menandatangani kontrak pernikahan selama satu tahun. Elena terjebak dalam kehidupan Lucian yang penuh dengan konspirasi bisnis, musuh berbahaya, dan gairah terlarang yang membakar. Di saat benih cinta mulai tumbuh, rahasia besar masa lalu terkuak: Lucian mungkin adalah sosok di balik kehancuran keluarganya sepuluh tahun lalu.
View More"Pembekuan lisensi operasional proyek dua triliun rupiah? Nona Arin, Anda terlalu cepat merayakan kemenangan."Suara Elena yang jernih dan sarat akan dominasi memotong pengumuman Arin di pelataran helipad kawasan Vance Grand Resort. Di bawah tatapan kaget jajaran direksi dan Kepala Dewan Etika Internasional, Elena melangkah maju dengan kepala tegak, sama sekali tidak memperlihatkan kerapuhan atau rasa panik.Arin menyunggingkan senyum sinis, mengacungkan dokumen berstempel merah itu tinggi-tinggi. "Surat pembekuan ini sah secara hukum internasional, Elena! Lucian terlibat sengketa hak asuh anak dan pelanggaran etika kepemimpinan. Proyek ini tidak bisa berjalan di bawah kepemimpinan kalian!"Lucian menyipitkan matanya tajam, hendak pasang badan melumpuhkan utusan tersebut. Namun, Elena menyentuh lembut lengan Lucian, memberi isyarat bahwa kali ini adalah panggung pembuktiannya sebagai Permaisuri Vance Group.Elena membalikkan ba
"Konsorsium Hitam Eropa?"Surat ancaman berstempel lambang kerajaan kuno itu menggantung di udara, menciptakan keheningan yang membekukan di ruang makan utama mansion Vance.Elena menatap surat tersebut dengan mata jernih tanpa rasa takut. Meskipun bayangan musuh baru dari Eropa mulai mengintai, kebersamaan dan rasa percaya yang baru saja ia bangun bersama Lucian menjadikan benteng batinnya tak tergoyahkan.Lucian mengambil surat tersebut, meremasnya dalam genggaman tangannya hingga hancur, lalu melemparkannya ke dalam perapian yang menyala. Wajah sang CEO tampak dingin bagaikan es, memancarkan aura dominasi mutlak yang membekukan darah siapa pun yang melihatnya."Roy," perintah Lucian dengan suara rendah dan bergetar oleh ancaman yang nyata. "Tingkatkan pengawasan intelijen di seluruh pelabuhan dan bandara. Siapa pun utusan dari Konsorsium Hitam yang mencoba menginjakkan kaki di kota ini... tahan mereka sebelum menyentuh batas
"Elena Restu tidak berhak memegang saham itu, Lucian! Wanita itu adalah anak dari pria yang pernah berusaha menjual rahasia Vance Group!"Suara lantang Arin menggema di pelataran utama Gedung Bursa Efek Nasional, memotong kemeriahan konferensi pers perseroan.Arin melangkah masuk menembus kerumunan wartawan dengan gaun merah darah yang anggun namun memancarkan aura kejam. Di sampingnya, berdiri seorang pria asing berjas kelabu dari Prancis yang membawa koper dokumen, serta bocah laki-laki berusia lima tahun—Elzar—yang terus menggenggam jemari Arin.Kilatan lampu kamera media seketika meledak liar, mengarahkan perhatian pada Arin yang membawa ancaman baru di tengah puncak kejayaan Elena.Elena berdiri di atas podium, jemari lentiknya masih menggenggam erat surat pengalihan saham. Wajah indahnya tidak memperlihatkan sedikit pun rasa panik. Sebagai wanita yang tangguh, Elena melangkah maju satu tingkat ke depan podium, memancarkan
"Putra kandung?"Kata-kata wanita asing itu menggantung membeku di pelataran mansion Vance. Suasana yang tadinya hangat seketika berubah menjadi keheningan yang mencekam.Elena berdiri mematung. Matanya menatap bocah laki-laki berumur lima tahun di hadapannya yang memang memiliki struktur rahang dan mata sehitam malam yang sangat mirip dengan Lucian. Dada Elena berdenyut nyeri, namun sebagai wanita yang tangguh, ia menolak memperlihatkan kerapuhannya di depan musuh yang baru datang.Lucian tidak menggerakkan kakinya sedikit pun. Wajah tampan sang CEO mendadak berubah menjadi dingin bagaikan es. Aura membunuh yang mematikan terpancar kuat dari tubuhnya saat ia menatap wanita bergaun Prancis itu."Arin," panggil Lucian dengan suara rendah dan bergetar oleh ancaman yang nyata. "Berani sekali kamu menginjakkan kaki di mansionku setelah lima tahun menghilang, lalu membawa anak asing dan menyebut nama keluargaku?"Arin—cinta






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.