Alex mendengus kesal saat melihat Jack ada di sana. "Kenapa kau tidak pergi?!" gumamnya dengan kesal. "Anda mengusir saya? Tapi mohon maaf saya tak bisa pergi. Karena wanita anda juga menunggui anda, maka saya akan menunggui wanita saya," ujar Jack. "Hey! Apa maksudmu wanitaku!" ujar Alex dengan emosi. "Dia, kan wanitamu." Jack menatap ke arah Tiffany yang ada di salah satu kursi di dekat ranjang Alex. Tiffany tampak tersipu malu, sedangkan Alex mengepalkan tangannya dan tulang rahangnya tampak mengeras! "Tutup mulutmu, Bangsat! Apa maksudmu dia wanitaku?! Dia samasekali bukan wanitaku!" teriak Alex. Ana menghela nafas saat mendengar ucapan Alex. "Jack, sudahlah..., jangan mulai bertengkar lagi. Aku lelah mendengarnya, begini saja..., sebaiknya kamu kembali dulu, nanti aku akan hubungi kamu kalau aku membutuhkanmu. Lagipula sudah ada Yana," ujar Ana dengan santai. Yana yang mulai mendengar namanya disebut akhirnya menunduk sedikit. Jack tampak ragu saat hendak men
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-21 Mehr lesen