"Aira, apa yang terjadi padamu?" Alex sedikit panik, ia sudah meletakan tubuh Ana ke ranjang, dan kini tinggal mengambil air panas untuk mengompres wanita itu. "Kamu tunggu di sini, aku akan segera kembali." ujarnya dengan bibir bergetar menahan rasa yang bergejolak. Rasa yang tidak menentu itu begitu menyiksanya.Selesai Alex meletakkan Ana di atas ranjangnya yang empuk, ia menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh gadis itu hingga ke dada. Wajah Ana masih pucat, keningnya panas, dan bibirnya sesekali menggumamkan kata-kata yang tidak jelas. Napasnya terlihat berat dan tidak teratur.Alex menghela napas panjang. Rasa bersalah, khawatir, dan takut bercampur menjadi satu di dalam dadanya. Ia harus segera mengambil air hangat, handuk kecil untuk mengompres, serta obat penurun demam yang biasa disimpan di lemari obat di lantai bawah.Ia hendak berbalik, baru saja tangannya menyentuh gagang pintu kamar, langkahnya terhenti.Di ambang pintu, ia malah berpapasan dengan tiga orang yang ba
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-01 Mehr lesen