Kami seperti air dan api, tak pernah bisa akur dan selalu bermusuhan.Ibunya membawa Shifa masuk ke dalam keluarga kami, sementara ibuku mengalami depresi hingga mencoba bunuh diri. Aku hampir kehilangan ibu kandungku.Saat SMA, kami kembali masuk ke sekolah yang sama.Nilai Shifa kurang satu poin untuk bisa masuk SMA Negeri 1, tetapi ayahku, Harfi, menggunakan koneksinya agar Shifa bisa diterima di sana.Pada tahun itu, ibuku pergi ke luar negeri.Aku tetap tinggal di keluarga ayahku. Aku berpikir, kalau aku bersikap sedikit lebih keterlaluan, Shifa dan ibunya akan tahu diri lalu pergi.Caraku sebenarnya tidak terlalu pintar, bahkan agak bodoh. Aku menuangkan tinta ke dalam gelas mereka. Karena takut mereka benar-benar meminumnya, aku sengaja menggunakan tinta hitam yang warnanya terlihat jelas.Aku hanya ingin menakut-nakuti mereka dan menunjukkan kepada Shifa bahwa aku tidak bisa dipermainkan.Tak kusangka, Shifa malah mengadu kepada Harfi. Wajah Harfi langsung menggelap dan dia mem
Ler mais