LOGINBegitu tahu bahwa pihak investornya adalah Juno, aku langsung tahu bahwa aku akan kalah dari Shifa. Dia adalah cinta pertama yang tak pernah bisa dilupakan Juno. Setelah rapat berakhir, sesuai dugaan, Juno memilih proposal Shifa. Shifa menemuiku dan berkata, "Meskipun kamu adalah istrinya, di matanya, aku akan selalu menjadi pilihan pertama. Semua yang kamu dapatkan dengan susah payah bisa kudapatkan dengan mudah." Sejak masih kuliah, aku dan dia sudah menjadi rival, karena ibunya merebut ayahku. Sekarang, dia juga bisa dengan mudah menguasai hati Juno. Aku melirik pria yang berdiri di kejauhan dengan lelah. Tiba-tiba, aku tak ingin lagi bersaing dengan Shifa. Kali ini, aku menyerah atas Juno. Antara Juno dan karierku, aku memilih karier.
View More"Kalian semua adalah milik Shifa."Juno menatapku, lalu perlahan menggeleng. "Irene, aku memihakmu.""Kamu ... bisa kembali padaku?" Nada bicaranya terdengar hati-hati, penuh permohonan.Aku menyodorkan surat perjanjian cerai ke hadapannya. "Tanda tangan."Setelah bercerai dengan Juno, aku mendapatkan setengah dari hartanya.Setelah semua ini selesai, aku pergi ke luar negeri. Aku pergi untuk mencari ibuku.Sesampainya di sana, setelah bersenang-senang selama beberapa waktu, aku mulai mengikuti orang-orang yang bekerja di bawah ibuku untuk belajar.Dia berkata, "Irene, Ibu cuma punya kamu. Semua yang Ibu miliki adalah milikmu. Dia juga hanya punya kamu sebagai anaknya. Semua hartanya juga akan menjadi milikmu.""Terluka dalam sebuah hubungan bukanlah masalah besar. Kamu hanya perlu memulai kembali dari awal.""Ibu tahu selama ini kamu tetap tinggal di tanah air demi membela Ibu, tapi kalau Ibu tahu kamu akan semenderita ini, Ibu pasti sudah membawamu kemari.""Ibu dan dia sudah sepakat
"Waktu aku jatuh, kamu malah menolong dia. Setiap perkataan dan tindakanmu juga selalu berpihak padanya."Saat Juno dan Shifa bertemu di rumah Keluarga Jayadi, tatapan mereka bahkan seolah begitu mesra.....Aku menyelesaikan proses pengunduran diri terakhir. Atasanku meminta maaf kepadaku dengan penuh hormat."Bu Irene, ini adalah kesalahanku. Maaf. Aku termakan gosip dan mengira Pak Juno tergoda oleh kecantikan wanita, lalu mengira dia berinvestasi demi Shifa.""Jadi, aku berbohong ke semua orang kalau Pak Juno memilih desain Shifa. Aku menjadikan Shifa sebagai penanggung jawab proyek ini agar dia bisa lebih sering berhubungan dengan Pak Juno. Kupikir dengan begitu aku bisa menyenangkan Pak Juno."Dia membungkuk dalam-dalam dan meminta maaf kepadaku. Nada bicaranya terdengar penuh bujukan."Bisa ... tolong minta Pak Juno sedikit bermurah hati? Aku susah payah bisa sampai di posisi ini. Aku masih punya orang tua yang harus kuurus dan anak-anak yang harus kubesarkan."Aku menatapnya. "
"Irene adalah istriku.""Karena Bu Shifa baik-baik saja, aku akan membawa istriku pergi lebih dulu."Melihat ekspresi Shifa yang tak percaya, sekaligus wajahnya yang tampak canggung, hatiku penuh rasa puas.Aku melewati lorong dengan cahaya yang redup. Aku keluar dari bar, lalu naik lift menuju tempat parkir bawah tanah.Di kaca spion, aku melihat sosok pria dengan wajah tampan dan bersih. Dia berjalan cepat ke arah mobilku.Aku langsung menginjak pedal gas dan melaju kencang meninggalkan tempat parkir. Wajahnya pun menjadi masam. Dia segera masuk ke mobilnya sendiri.Saat berikutnya, sebuah sedan hitam terus mengejarku dari belakang. Aku berusaha keras untuk melepaskan diri darinya.Akhirnya, kami tiba di garasi rumah dengan jarak tidak jauh dari satu sama lain.Dia langsung membuka pintu mobil dengan kasar. Wajahnya tampak dingin. "Kamu tahu betapa bahayanya mengemudi secepat itu?"Aku tidak menghiraukannya. Setelah masuk ke rumah, dia langsung mencengkeram lenganku dan merangkul pin
Demi menikahi Linda, Harfi benar-benar bersedia menandatangani perjanjian itu. Setelah dia meninggal, semua hartanya akan menjadi milikku.Nantinya, kalau aku bercerai dengan Juno, aku juga akan mendapatkan setengah dari hartanya.Shifa mendapatkan cinta Harfi, juga hati Juno. Tidak masalah jika yang kudapatkan hanyalah uang.Setelah kembali ke kantor, aku langsung mulai melakukan serah terima pekerjaan. Chika memberitahuku bahwa Jumat ini akan diadakan pesta perayaan untuk Shifa.Aku tidak berniat datang.Semua orang melihatku berkemas dan menyerahkan pekerjaanku. Orang-orang yang bekerja di bawah Shifa menganggap aku tidak bisa menerima kekalahan.Aku bisa paham kenapa mereka memihak Shifa. Bagaimanapun, Shifa adalah atasan mereka.Semua orang hanya bekerja untuk mencari nafkah. Tentu saja, siapa yang punya kuasa, dialah yang akan mereka ikuti.Jadi, aku malas mempermasalahkannya.Chika menarik ujung bajuku. "Kak Irene, kamu benar-benar mau mengundurkan diri?"Aku menunduk dan memelu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.