“Mas ... Mas Arga,” ucap Kanaya dengan suara bergetar.Mata Kanaya membulat lebar, seperti mau lepas. Dia tidak menyangka kalau dia akan bertemu Arga padahal Jakarta sangat luas.Kalau Kanaya tampak syok melihat kehadiran Arga, namun hal berbeda dirasakan Arga.Pria itu tampak senang, bahkan dia langsung menarik kursi di depan Kanaya dan langsung duduk.Melihat Arga malah duduk tanpa permisi, Kanaya makin bingung. Dia menoleh ke belakang, memastikan mertuanya belum datang ke kafe itu.Kanaya mencondongkan badannya ke depan, mendekati Arga. “Mas, ngapain kamu di sini?” tanya Kanaya yang lebih mirip dengan bisikan.“Kamu masih nanya ngapain aku di sini? Ya mau makan siang ama kamu lah,” jawab Arga santai.“Makan siang? Iih ... gak bisa, Mas. Aku ... aku lagi sibuk.”Mimik wajah Arga langsung berubah. Dia langsung memasang wajah kesal dengan tatapan manja.“Asuransi. Kamu anggep aku tukang asuransi, cuma karena kamu sibuk?” tanya Arga kesal.“Ya kan aku emang sibuk, Mas.”“Sibuk apa? Ka
Última atualização : 2026-09-28 Ler mais