“Tidak!” pekik Kanaya yang membuat mata semua orang mengarah kepadanya.Wanita yang sejak tadi diam dan hanya berdiri dengan badan bergetar itu, kini menatap satu-persatu mata yang sedang melihatnya.Tatapan mereka sangat mengintimidasi, bahkan nyalinya yang tadi dia pompa keluar pun langsung menciut kembali.Kanaya sedikit menunduk. “Emm, ma-maaf. Mak-maksud saya ....” Kanaya kembali memberanikan diri menatap Arga. “Maaf Pak Arga, sa-saya tidak bisa,” ucap Kanaya sambil berusaha tenang.Mendengar itu, Bram langsung melempar tatapan tajam. Dia tidak tahu apa yang merasuki pikiran Kanaya saat ini, yang pasti, jawaban itu membawa aroma suram untuk masa depan kariernya.Kanaya menangkap tatapan tajam Bram. Dia langsung menghindar dan kembali menatap Arga.Kanaya sedikit berdehem sambil menegakkan badannya. “Maaf, Pak. Saya ini hanya karyawan biasa. Saya tidak tahu soal proposal yang tadi Bapak bicarakan. Saya ... saya takut akan membuat semuanya berantakan,” lanjut Kanaya mencoba memberi
Terakhir Diperbarui : 2026-09-08 Baca selengkapnya