Tiga hari kemudian, aku melangkah ke ruang rapat direksi Properti Halim di Jalan Wolmin.Ayah duduk di kepala meja, Leo menjalankan operasi grup, Nico mengawasi keamanan hotel, dan ibu menjabat sebagai ketua kehormatan Yayasan Aurora. Mervin dan Sofia menjadi anggota dewan yayasan itu. Untuk kali ini, seluruh keluarga hadir. Tak satu pun dari mereka menyebut bahwa aku sudah pindah.Nico bersandar santai di kursinya. "Tampaknya hanya uang yang bisa membawamu pulang nih."Aku membuka laptopku. "Jam penagihan Alden mulai berjalan pukul sembilan. Kalimat itu akan masuk ke dalam faktur." Senyumnya lenyap.Aku memproyeksikan ringkasan tinjauan. "Tahun lalu Aurora menghimpun dana sebesar 12,9 miliar rupiah. 6,15 miliar mengalir ke program bantuan. 1,65 miliar adalah biaya operasional yang sah. Sisa 5,1 miliar butuh penjelasan."Sofia mengangkat dagunya. "Yayasan diaudit setiap tahun.""Audit bisa memastikan sebuah faktur memang ada, tapi nggak bisa membuktikan pengeluarannya pantas atau nggak
Leer más