Tepat jam sembilan malam, baru saja ingin menutup mata, tiba tiba cahaya lampu dari luar masuk ke dalam kamar yang bercahaya temaram.Pintu kamar terbuka lebar, disusul suara langkah kaki mendekati baby box di samping sofa panjang tempat Arum berbaring.Arum membuka mata sedikit, melihat siapa yang masuk ke kamar anak kembarnya. Ternyata itu Enggar, ia pun langsung memejamkan mata rapat. Berpura-pura tidur."Bawa anak-anak ke kamar," kata Enggar melirik ke arah sofa, melihat Arum meringkuk dan menutupi seluruh tubuh gemuknya menggunakan selimut tipis. "Ngapain kamu ikut tidur di sini? Pindah ke kamar! Kamu belum tidur 'kan?"Arum hanya diam, pura-pura tidak mendengar. Biar saja Enggar menganggapnya tuli, yang jelas ia masih kesal dan tidak akan mau tidur di kamar utama."Oh, jadi sekarang kamu mau kita pisah ranjang?" tanya Enggar sinis.Arum tetap diam. Malas meladeni sikap dingin suaminya. Toh selama beberapa bulan sejak anak mereka lahir ia juga tidak pernah disentuh. Apa bedanya d
Terakhir Diperbarui : 2026-09-04 Baca selengkapnya