Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia

Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia

last updateLast Updated : 2026-09-04
By:  Dita SYUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
5Chapters
47views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Perjuangan Arum menurunkan berat badan terasa sia-sia saat ia mengetahui suaminya selingkuh. Ia pun meminta berpisah, tetapi Enggar justru mengancam akan mengambil segalanya dari Arum, termasuk hak asuh anak kembar mereka. Arum yang sudah tak tahan dengan semuanya, memilih pergi meninggalkan rumah. Dibantu Lee, Arum yang sempat menyerah untuk bisa kurus, akhirnya kembali bersemangat. Hingga ia pun mendapatkan berat badan ideal dan membalas kejahatan sang suami!

View More

Chapter 1

1. Sindiran dari Suami

[120]

Arum menelan ludah dengan bersusah payah saat melihat angka yang tertera pada timbangan digital di bawah kakinya.

"Halah, paling timbangan kamu naik lagi. Nggak perlu ditimbang juga udah keliatan dari bentuk perut kamu."

Suara seseorang dari belakang terdengar seperti ejekan, membuat Arum semakin tertekan dan sesak.

Itu suara Enggar_suami Arum. Entah darimana datangnya pria itu, tiba-tiba saja dia sudah ada di dalam kamar, padahal Arum sudah mewanti-wanti agar suaminya tidak melihat ia menimbang badan.

"Aku 'kan udah bilang jangan sering makan malam, naik lagi 'kan berat badan kamu. Nggak usah ditimbang juga udah keliatan dari lemak di perut kamu yang menggelambir itu," sindir Enggar melirik sinis.

Arum menghela napas panjang. Sudah sering ia mendengar penghinaan itu dari mulut suaminya sendiri, tepatnya setelah ia melahirkan anak kembar mereka tiga bulan yang lalu.

Sebagai seorang suami, Enggar tidak pernah mendukung Arum memberi ASI Ekslusif pada anak kembar mereka, pria itu justru sering mengejek bodi Arum yang makin hari makin melar karena nafsu makan Arum melonjak drastis.

"Diet dong!" lanjut Enggar. Dengan santainya ia merebahkan tubuh ke atas ranjang tanpa memedulikan reaksi Arum setelah mendengar sindiran itu.

Urat-urat di leher Arum menegang, geram mendengar ucapan suaminya yang seolah berpikir semuanya mudah. "Kalau aku diet, si kembar gimana Mas? ASI aku nggak akan keluar. Harusnya kamu mendukung aku dong ngasih ASI ke anak kita selama enam bulan," balas Arum dengan nada kesal.

Enggar melirik ke arah Arum, menatap wanita bertubuh subur yang memakai daster jumbo bermotif bunga-bunga itu. Sangat berbeda dengan Arum yang dia kenal dulu.

Sebelum menikah, bentuk tubuh Arum sangat langsing, wajahnya oval, hidung mancung dengan mata bulat indah. Namun sekarang, semuanya tertutup oleh lemak. Arum terlihat seperti sapi perah di mata Enggar.

"Kalau bentukan kamu begini, suami kamu bisa berpaling, Rum!" ucap Enggar lalu memalingkan wajah seolah jijik. 

Mendengar itu, dada Arum seperti dihantam palu raksasa, sakit, sesak, hingga membuatnya nyaris kehabisan napas.

"Jahat banget mulut kamu, Mas!" isak Arum menahan tangis. "Aku gendut begini juga karena melahirkan anak kamu. Kenapa kamu ngomong begitu sih?"

Enggar berdecak, "Julia juga ngelahirin anaknya Anton, tapi badan dia masih bagus. Nggak gendut kayak kamu. Harusnya kamu belajar dong dari dia. Tanya dia diet apa aja."

Deg!

Lagi-lagi Enggar menyebut nama mantan pacarnya itu. Wanita yang menikah dengan sepupu Arum yang bernama Anton. Sejak beberapa bulan ini Enggar memang sering membahas Julia, bahkan sering menyebut nama wanita itu saat mereka sedang berhubungan suami-istri. 

Arum sempat curiga Enggar dan Julia menjalin hubungan terlarang di belakangnya, namun Anton selalu menyangkal itu karena ia yakin Julia wanita yang setia.

"Kalau begitu nikah aja sama Julia! Kenapa kamu malah nikah sama aku?" tangis Arum pecah. Ia melangkah cepat keluar dari kamar dan membanting pintu.

Baru saja ingin menenangkan diri di kamar si kembar, langkah Arum terhenti saat melihat ibu mertuanya datang membawa dua botol susu.

"Kamu kenapa, Rum?" tanya Yanti melihat menantunya menangis tersedu-sedu.

"Ibu tanya aja sama anak Ibu. Aku capek dihina terus sama dia," jawab Arum dengan suara parau. "Mas Enggar udah keterlaluan Bu. Kalau terus kayak begini, mending aku cerai aja sama dia!"

Mata Yanti membulat, syok mendengar ucapan menantunya. "Ssthh! Nggak baik ngomong begitu, Rum. Jangan gampang minta cerai. Memang Enggar ngomong apa sama kamu? Kalau masalahnya sepele, nggak usah sedikit-sedikit minta cerai. Emang kamu pikir enak jadi janda? Belajar dari rumah tangga orang tuamu. Jangan sampai anakmu merasakan hidup tanpa kasih sayang kedua orang tua seperti kamu!"

Arum terdiam. Mengingat lagi masa lalunya yang menyakitkan. Orang tuanya bercerai saat ia kecil. Ibunya menikah lagi dengan pria asal Jepang dan menetap di sana. Sementara ayahnya menghilang bagai ditelan bumi.

Ia dibesarkan oleh sang Kakek yang dikenal sebagai juragan tanah dan memiliki pabrik tekstil besar di Bogor.

Setelah kakeknya meninggal dunia, seluruh kekayaan sang Kakek jatuh ke tangan Arum termasuk pabrik yang sekarang dikelola oleh Enggar.

Arum tidak pernah tahu apapun tentang urusan pabrik, bahkan tanah warisan kakeknya. Selama menikah dengan Enggar, ia tidak memedulikan soal itu, ia hanya ingin hidup bahagia bersama suami dan anak-anak mereka.

Sudah empat tahun pernikahan, Arum dan Enggar baru dikaruniai anak kembar perempuan yang diberi nama Aria dan Arsy. Namun, sejak Arum mengandung sikap Enggar padanya berubah dan semakin hari semakin dingin. Hingga Arum merasa tidak sanggup mempertahankan rumah tangga mereka.

"Biar Ibu yang ngomong sama Enggar. Kamu urus anak kamu dulu." Yanti memberikan botol susu pada Arum, kemudian melangkah ke kamar utama.

Arum masuk ke kamar, melihat anak kembarnya tertidur pulas di dalam baby box.

Tangisan Arum tak tertahankan saat melihat wajah anak kembarnya yang tidak tahu apa-apa itu.

Ada perasaan takut kedua anaknya akan merasakan hidup tanpa kasih sayang kedua orang tua seperti dia dulu.

"Maafin Mama dan Papa ya, Nak," isak Arum membelai wajah anak kembarnya dengan lembut.

Arum menjatuhkan tubuh di pinggir ranjang. Matanya yang sembab melirik nakas di samping, melihat tumpukan cemilan yang sengaja ia siapkan untuk mengganjal perut saat lapar.

"Aku harus diet!" tekad Arum. Ia berdiri mengambil cemilan itu dan membawanya ke tempat sampah. 

Namun, tiba-tiba Arum terdiam, menelan ludah sambil melihat biskuit dan coklat kesukaannya. Seolah makanan itu tengah berteriak memanggil nama Arum dan meminta untuk secepatnya dimakan.

"Aaaakkk! Kenapa sulit sekali?" jerit Arum. Akhirnya menyerah dan kembali membawa cemilan itu, kemudian duduk di tepi ranjang. 

Arum memakan biskuit itu dengan lahap. "Besok, besok aku pasti diet. Ya, besok aja. Sekarang aku harus memompa ASI untuk si kembar, kalau aku nggak makan nanti ASI aku dingin. Kasihan si kembar."

Tanpa rasa bersalah sedikitpun, Arum menghabiskan satu bungkus biskuit, disusul satu kotak coklat dan minuman manis yang juga ia siapkan di kamar itu.

Mission Failed!

Lagi-lagi rencana diet Arum gagal total karena tergoda biskuit dan coklat batangan.

Setelah menghabiskan cemilan yang baginya hanya bikin gatal tenggorokan, Arum mengambil ponsel di atas meja.

Deg! 

Mata Arum berbinar saat melihat unggahan temannya yang tengah merintis usaha jual makanan.

~Ready Dimsum Mentai satu box 50k aja. Isi lima. Daging tebal, ukuran gede. Cuss order sebelum kehabisan~

Menelan ludah. Tanpa sadar jari Arum yang bulat-bulat menekan satu per satu huruf di layar ponsel lalu mengirimnya. 

Arum [Antar ke komplek Permai 10 box. Cepet ya]

Balasan [Rum, kamu mau bikin selametan? Perasaan di rumah kamu cuma ada tiga orang. Si kembar 'kan belum bisa makan]

Arum [Udah sih anter aja. Itung-itung ngelarisin dagangan kamu, hehehe]

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Milah
Milah
cerita nya menarik
2026-09-11 20:06:31
2
0
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status