Di lantai atas, Della sudah berlari kembali ke asrama.Jendelanya tidak ditutup, suara tangisnya yang tertahan terdengar terputus-putus hingga ke bawah.Dari kejauhan, seseorang dengan penasaran menoleh ke arah kami, tetapi langsung kutatap dengan wajah dingin hingga dia mengalihkan pandangan.Aku menarik napas dalam-dalam, lalu berkata dengan suara rendah, "Ethan, kalau kamu masih punya sedikit hati nurani, naiklah dan jelaskan semuanya kepadanya. Entah kalian mau menikah atau putus, jangan terus menggantungnya seperti ini."Dia mendongak menatapku. Ada sesuatu di matanya yang tidak dapat kupahami."Lalu kamu?"Aku mengernyit."Menurutmu, apa yang harus kulakukan?" tanyanya.Aku menarik napas dalam-dalam. "Aku mau kamu menjauh dariku."Setelah mengatakannya, aku tidak lagi menatapnya dan berbalik naik ke lantai atas.Ketika kembali ke asrama, Della masih tengkurap di tempat tidur sambil menangis. Rambutnya yang berantakan terurai di atas bantal.Aku menutup pintu, menuangkan segelas a
Baca selengkapnya