LOGINPada tahun 1980, aku memperkenalkan sahabatku yang ceria kepada pria yang menjadi pasangan kencan butaku. Hanya karena di kehidupan sebelumnya, suamiku yang seorang insinyur dan sepanjang hidupnya selalu tenang serta terkendali, memberitahuku sebelum meninggal .... Meskipun kami telah menikah selama lima puluh tahun, setiap bulan dia menyerahkan seluruh gajinya kepadaku, setiap hari berebut mengerjakan pekerjaan rumah, dan setelah menikah pun tidak pernah mencari wanita lain. Namun, dia tetap tidak mencintaiku. Menurutnya, cinta adalah sesuatu yang menggebu-gebu. Cinta adalah seperti perasaan saat pertama kali dia bertemu Della Pratama setelah menikah, ketika dadanya terasa panas dan pikirannya mendadak kosong. Karena itu, setelah terlahir kembali, aku memenuhi keinginannya. Saat tersadar, Della dan Ethan Kusuma sudah mengobrol dengan akrab cukup lama. Berbeda dengan kehidupan sebelumnya, apa pun yang kutanyakan, dia hanya menjawab seperlunya. Kali ini, saat berhadapan dengan Della, dia banyak bicara. Tatapan dinginnya dipenuhi senyum. Namun, ketika Kepala Bagian Nova, yang menjadi mak comblang kami, menggerutu pelan bahwa aku seharusnya tidak membawa Della untuk ikut dalam kencan buta ini, Ethan tiba-tiba menoleh kepadaku. "Jadi kamu sengaja membawa Della ke sini?" Dia ragu sejenak. Nada suaranya terdengar sedikit menyelidik. "Apa kamu juga ...?"
View MoreSebulan kemudian, aku dan Jonathan bertunangan.Kami tidak mengadakan pesta besar. Kami hanya menyiapkan dua meja di restoran dan mengundang beberapa rekan kerja yang dekat dengan kami.Jonathan menetapkan tanggal pernikahan kami sebulan kemudian.Katanya, kami tidak boleh menundanya terlalu lama karena dia takut aku berubah pikiran.Aku menertawakannya. "Sejak kapan Kepala Insinyur Jonathan jadi nggak percaya diri seperti ini?"Dia menjawab dengan serius, "Kalau soal dirimu, aku nggak pernah percaya diri."Aku menatap matanya yang berkilau diterpa cahaya lampu. Hatiku terasa hangat sekaligus penuh.Ternyata, dihargai dan disayangi seseorang rasanya seperti ini. Tidak perlu menebak, tidak perlu menunggu, dan tidak perlu mencari-cari alasan untuk membenarkan pihak lain.Belakangan ini, aku sering mendengar rekan-rekan kerja bergosip bahwa Ethan bekerja lembur seperti orang gila.Lembaga desain dan bengkel perakitan akhir sering melakukan serah terima pekerjaan, jadi sesekali aku mendeng
Aku mendengarnya dengan tenang sampai dia selesai bicara."Ya, kamu memang sudah berusaha. Aku juga berterima kasih karena di kehidupan sebelumnya kamu sudah merawatku selama bertahun-tahun.""Lalu, kenapa kamu nggak bisa memaafkanku?"Aku menatapnya dan bertanya dengan serius, "Ethan, kamu datang buat meminta maaf padaku? Atau buat mendapatkan kembali sesuatu yang sudah hilang darimu?"Dia membuka mulut, wajahnya tampak muram."Apa bedanya?""Ada." Aku mengangguk. "Memintaku memaafkanmu berarti kamu tahu kalau kamu telah berbuat salah. Sedangkan mau mendapatkan kembali sesuatu yang hilang berarti kamu cuma nggak rela kehilangannya."Dia seperti baru saja dipukul. Dadanya naik turun dengan cepat."Lalu, kamu mau aku bagaimana? Berlutut dan memohon kepadamu?"Aku tersenyum kecil. Suaraku sangat santai. "Nggak perlu. Kamu sudah membuatku sangat lelah. Kalau kamu benar-benar menginginkan yang terbaik buatku, mulai sekarang jangan datang lagi. Bagaimana kamu dan Della memulai dan mengakhir
Selama tujuh hari berikutnya, Della mulai membereskan barang-barangnya untuk bersiap pergi.Koper rotannya sudah penuh sesak, selimut diikat dengan tali rami, dan barang-barang di atas meja dibereskan sedikit demi sedikit hingga kosong.Sementara itu, Ethan tetap bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Setiap hari setelah pulang kerja, dia datang menungguku di depan lembaga desain.Setiap kali aku keluar dari gedung kantor, dia langsung menghampiriku sambil membawa sesuatu.Terkadang kue yang dibungkus kertas minyak, terkadang minuman bersoda, terkadang juga sebuah payung."Raisa, makanan di kantin hari ini terlalu asin. Aku membawakanmu sup kacang hijau."Aku menghindarinya."Hujan turun. Kamu pasti lupa membawa payung lagi. Pakai payung ini."Aku mendorongnya kembali."Pulang kerja selarut ini pasti lapar, 'kan? Ayo makan mi."Aku pergi tanpa menoleh.Rekan-rekan kerja di sekitar melihatnya, lalu berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil dan berbisik-bisik."Insinyur Ethan ini kenapa, s
Della sudah bangun dan sedang duduk di tepi tempat tidur sambil menyisir rambut.Mendengar teriakan itu, tangannya terhenti sejenak. Namun, dia tetap tidak bisa menahan diri dan berjalan ke balkon untuk melihat ke bawah.Aku membalikkan badan dan ikut terbangun.Della kembali dari balkon dengan wajah yang tidak begitu baik.Dia bersandar di kusen pintu sambil menunduk dan memainkan gigi-gigi sisirnya. Lama kemudian, barulah dia membuka mulut."Raisa, dia masih berdiri di bawah. Dia membawa bunga lili."Aku bangun dan duduk sambil mengusap mata."Mau membawa bunga apa pun, itu nggak ada hubungannya denganku."Della mengangkat kepala dan menggigit bibirnya. "Aku tahu. Dulu, bunga yang dia berikan kepadamu juga bunga lili. Dia bahkan sama sekali nggak ingat bunga apa yang kusukai."Dia terdiam sejenak, lalu suaranya merendah. "Raisa, sepertinya dia datang buat mencarimu. Kalau kamu nggak mau menemuinya, aku bakal turun dan menolaknya buatmu."Aku menghela napas, lalu menyingkap selimut da












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.