Hendra tersenyum sambil mendorong kembali barang-barang itu kepadaku. "Hei, Raisa. Kakakmu memberimu sedikit hadiah, terima saja. Sebagai kakak, memang sudah seharusnya dia membelikanmu sesuatu."Dia terdiam sejenak, lalu mengubah topik."Oh, ya, namaku Hendra Wijaya. Aku satu departemen dengan Ethan, juga seorang insinyur. Tahun ini usiaku dua puluh lima tahun. Raisa, sebenarnya sudah cukup lama aku memperhatikanmu. Kalau kamu nggak keberatan, kita bisa mencoba menjalin hubungan."Aku tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Terima kasih atas niat baikmu, Hendra. Tapi, nggak perlu. Aku sudah menyukai seseorang."Hendra menghela napas kecewa.Ethan mengangkat alis, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum yang sulit diartikan. "Suka seseorang? Raisa, jangan-jangan kamu mau bilang Jonathan? Sudah pukul enam. Kalau dia mau datang, pasti sudah datang dari tadi. Atau jangan-jangan ...."Dia berhenti sejenak dan menatapku lekat-lekat."Orang yang kamu sukai itu orang lain?"Aku mengernyitkan ken
อ่านเพิ่มเติม