"Selena, sebelumnya aku minta ma—" "Duduk," potong Selena cepat. Dengan jantung berdegup kencang, Hazel berjalan menuju sofa di kamar Selena. Sedangkan gadis itu duduk di atas ranjang, sehingga posisi kami saling berhadapan dengan jarak satu meter. "Kau pergi kemana, Hazel?" Tatapan tajam Selena membuat Hazel kikuk. "Aku menjemput Ibu yang sedang bersama Rodric." "Kau tahu, Selena. Seberapa kejamnya Rodric, dan hari ini dia meminta uang pada Ibu. Tapi Ibu tidak memberinya, karena Ibu sudah memberikan semuanya pada Rodric beberapa hari yang lalu," lanjut Hazel menjelaskan pada Selena. "Ibu dicegat oleh beberapa preman, dan aku yang mendengar cerita Ibu lewat telepon langsung pergi ke sana." Hazel tampak kesusahan menceritakan itu pada Selena. Perasaan takut yang mendominasinya, membuat dirinya menjelaskan pada Selena dengan bertele-tele. "Aku benar-benar panik saat itu, sampai aku tidak mengingat Lucian," lanjutnya
Última actualización : 2026-10-10 Leer más