แชร์

013 || Rodric

ผู้เขียน: Diva
last update วันที่เผยแพร่: 2026-10-04 14:21:55

“Sekarang Ibu di mana? Biar Hazel jemput Ibu.”

Di seberang sana, Ayunda tidak langsung menjawab. Sampai akhirnya Hazel mendengar suara bentakan seorang pria yang membuat tubuhnya seketika menegang.

“Ibu, jawab Hazel. Ibu di mana? Ibu baik-baik saja, bukan?”

Hazel kembali berbicara dengan bibir bergetar. Jantungnya berdegup kencang. Ia sangat panik. Bayangan tentang Rodric yang kembali menyakiti ibunya langsung memenuhi pikirannya.

“Ha-Hazel, Ibu di Jalan Verdantia ....”

“Ibu tunggu di sana. Aku
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • I Became the Billionaire's Fake Fiancée   013 || Rodric

    “Sekarang Ibu di mana? Biar Hazel jemput Ibu.”Di seberang sana, Ayunda tidak langsung menjawab. Sampai akhirnya Hazel mendengar suara bentakan seorang pria yang membuat tubuhnya seketika menegang.“Ibu, jawab Hazel. Ibu di mana? Ibu baik-baik saja, bukan?”Hazel kembali berbicara dengan bibir bergetar. Jantungnya berdegup kencang. Ia sangat panik. Bayangan tentang Rodric yang kembali menyakiti ibunya langsung memenuhi pikirannya.“Ha-Hazel, Ibu di Jalan Verdantia ....”“Ibu tunggu di sana. Aku tidak jauh dari tempat Ibu. Tolong tunggu sampai aku datang.”Setelah itu, panggilan terputus. Hazel dengan cepat menyimpan ponselnya dan berlari keluar dari tempat itu. Di dalam kepalanya, segala hal buruk tentang ibunya terus berputar.Ia bahkan tidak sempat memikirkan Lucian yang masih menunggunya di dalam akuarium. Saat ini, satu-satunya hal yang ada dalam pikirannya hanyalah Ayunda.Hazel terus berjalan cepat hingga akhirnya keluar dari gedung akuarium. Ia segera menghentikan taksi yang ke

  • I Became the Billionaire's Fake Fiancée   012 || Ayah?

    Hazel terdiam cukup lama. Pertanyaan Lucian membuat pikirannya bekerja keras. Ia sama sekali tidak tahu tempat apa yang selalu mereka datangi dahulu. Bahkan kenangan masa kecil Selena yang seharusnya sederhana terasa seperti teka-teki yang sulit ia pecahkan.Ia menatap ke dalam akuarium yang begitu luas. Berbagai jenis ikan terlihat berenang di balik dinding kaca, sementara cahaya kebiruan membuat suasana di dalam gedung terasa tenang. Hazel mencoba mengingat percakapan Selena sebelumnya, tetapi tidak ada satu pun petunjuk yang bisa membantunya. Selena tidak memberikan ingatan masa kecilnya dengan Lucian, bahkan kebiasaan kecil Lucian saja Selena tidak memberi tahu kepadanya.“Aku ....” Hazel menggigit bibirnya pelan. “Aku tidak tahu.”Lucian justru tertawa kecil. “Kau benar-benar lupa?”Hazel langsung menoleh. “Mungkin karena sudah terlalu lama.”Lucian mengangguk maklum. “Masuk akal. Kita terakhir kali datang ke sini bertahun-tahun lalu.”Hazel mengembuskan napas lega. Setidaknya Lu

  • I Became the Billionaire's Fake Fiancée   011 || Raiden

    “Apa yang ingin kau tanyakan, Lucian?” tanya Hazel hati-hati. Lucian menatapnya beberapa saat, seolah sedang mempertimbangkan apakah pertanyaan itu perlu ia lontarkan sekarang. Namun, pada akhirnya ia menggeleng pelan. “Nanti saja, Selena. Kita harus pergi sekarang.” Hazel terdiam. Rasa lega bercampur gugup memenuhi dadanya. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya ingin ditanyakan Lucian, tetapi menundanya justru membuat pikirannya semakin dipenuhi kemungkinan buruk. Lucian kemudian berjalan mendekati ranjang Raiden. “Rai, Papi pergi sebentar bersama Tante Selena.” Raiden langsung mengerucutkan bibir. “Tante Selena ingin pergi?” Hazel merasa tidak tega melihat ekspresi bocah itu. Ia mendekat dan tersenyum lembut. “Tante harus pergi sebentar, Rai.” “Tapi aku ingin ikut bersama kalian.” Victoria yang sejak tadi memperhatikan mereka segera menghampiri Raiden. “Sayang, Tante Selena memiliki urusan penting bersama Papimu. Nanti kalau kau sudah sembuh, kau bisa bertemu dengannya lagi.”

  • I Became the Billionaire's Fake Fiancée   010 || Victoria

    “Mama sangat ingin bertemu denganmu, Selena."Hazel langsung terdiam. Matanya membesar mendengar jawaban Lucian. Untuk sesaat, pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan. Ia sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk bertemu dengan ibu kandung Lucian, terlebih sekarang ia sedang menyamar sebagai Selena. Bagaimana jika wanita itu mengetahui bahwa dirinya bukanlah Selena? Bagaimana jika beliau mengajukan pertanyaan tentang masa lalu yang tidak dapat ia jawab?“Ma-mamamu?” tanya Hazel memastikan.Lucian mengangguk santai. “Ya. Mama sedang berada di dalam bersama Raiden. Sejak pagi, beliau yang menjaganya.”Hazel menelan ludah. Ia hanya bisa mengangguk kecil sambil berusaha menyembunyikan kegugupannya. Tak lama kemudian, Lucian mematikan mesin mobil dan keluar lebih dahulu. Ia berjalan ke sisi Hazel, lalu membukakan pintu untuknya seperti sebelumnya. Hazel turun dengan langkah hati-hati, kemudian mengikuti Lucian memasuki gedung rumah sakit.Mereka berjalan melewati lorong yang cukup tenang

  • I Became the Billionaire's Fake Fiancée   009 || Rumah Sakit

    Mobil hitam milik keluarga Griffin terparkir rapi di halaman kediaman Morcant. Hazel yang sejak tadi berdiri di teras langsung menegakkan tubuh ketika melihat sosok Lucian keluar dari dalam mobil. Jantungnya kembali berdegup lebih cepat. Hari ini ia harus kembali menjadi Selena, sementara pria yang akan menjemputnya adalah orang yang paling membuatnya takut melakukan kesalahan. Diana segera menghampiri Hazel dengan senyum hangat yang terlihat begitu meyakinkan. “Selena, bersikaplah baik. Jangan terlalu merepotkan calon suamimu.” Hazel mengangguk kecil. “B-baik, Mami.” Mengikuti sandiwara yang dilakukan oleh Diana, membuat Hazel kikuk. Ia belum terbiasa, dan mungkin tidak akan terbiasa. Pasalnya ia hanyalah seorang anak pelayan, meskipun dirinya sedang bersandiwara menjadi Selena ia tidak bisa berakting dengan lancar. Dan ia harus terus mengingat bahwa untuk sementara waktu, dirinya bukanlah Hazel Lunara, melainkan Selena Morcant. Diana mengantar Hazel hingga ke depan pintu. Ketika

  • I Became the Billionaire's Fake Fiancée   008 || Sebastian

    Selena terdiam cukup lama. Pelukannya perlahan terlepas, tetapi kedua tangannya masih berada di bahu Hazel. Wajahnya tampak lebih serius dari sebelumnya. Ia menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya menjawab pertanyaan sahabatnya.“Aku juga tidak tahu, Hazel,” ucap Selena lirih. “Tapi aku akan berusaha mencari jalan keluar.”Hazel menatapnya penuh harap. “Jalan keluar seperti apa?”Selena mengalihkan pandangan ke taman. “Aku akan membantu Ibu mencari uang. Kalau kita bisa membayar denda yang harus ditanggung keluarga Morcant, mungkin perjodohan ini bisa dibatalkan tanpa menghancurkan keluargaku.”Hazel terdiam. Ia baru menyadari bahwa masalah yang dihadapi Selena jauh lebih besar daripada sekadar tidak ingin menikah dengan Lucian. Perjodohan itu bukan keputusan sederhana yang bisa dibatalkan sesuka hati. Ada kerja sama bisnis antara keluarga Morcant dan keluarga Griffin yang ikut dipertaruhkan.“Berapa besar dendanya?” tanya Hazel hati-hati.Selena menggeleng. “Aku tidak tahu jumlah

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status