Hazel terdiam selama beberapa saat. Ia menatap Lucian dengan wajah panik, berusaha mencari alasan yang masuk akal untuk menjelaskan kesalahannya. Dalam situasi seperti ini, ia tidak boleh sampai membuat Lucian curiga. Namun, semakin lama ia diam, semakin jelas pula kebingungan di wajah pria itu.“Maaf,” jawab Hazel akhirnya. “Aku hanya terlalu gugup.”Lucian mengangkat sebelah alisnya. “Gugup?”Hazel mengangguk cepat. “Ya. Sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu. Aku tidak tahu harus bersikap seperti apa di hadapanmu.”Ekspresi Lucian perlahan melunak. “Kau tidak perlu bersikap terlalu formal padaku, Selena.”Hazel menghela napas lega. Setidaknya, alasan itu berhasil membuat Lucian berhenti bertanya.“Baik, aku coba bersikap santai di hadapanmu,” jawabnya pelan.“Kalau begitu, panggil aku Lucian.”Hazel membeku sesaat. Panggilan itu terdengar sederhana, tetapi baginya terasa sangat sulit. Selama ini, ia hanya mengenal pria itu dari cerita Selena. Sekarang, ia harus berpura-pura menjad
Última actualización : 2026-09-07 Leer más