Pada hari Sabtu, kita pergi ke kediaman orang tuaku untuk hadiri acara kumpul keluarga. Begitu kita melangkah memasuki ruang makan, aku lihat ibuku langsung hampiri Hana.“Ini dia! Putriku yang luar biasa.”Ibuku pegang wajah Hana dengan kedua tangannya, lalu cium kedua pipinya, sementara ayahku berdiri nggak jauh dari mereka dengan wajah berbinar penuh kebanggaan. Aku berdiri di ambang pintu, tangan Alex berada di pinggang bagian bawahku, tunggu ada orang yang sadari kedatanganku. Namun, kedua orang tuaku sama sekali nggak pedulikan aku.Akhirnya, Alex berdeham.“Alex, Ivy,” sapa ayahku akhirnya dengan nada santai. “Kalian sudah datang.”Saat waktu makan malam tiba, semua orang ambil tempat di meja. Hidangan yang tersaji hampir semuanya merupakan makanan kesukaan Hana. Ayam bumbu rujak, ikan panggang, sup sayur bening, dan dadar jagung.Aku menyapu pandangan ke seluruh meja, cari setidaknya satu hidangan yang aku sukai. Namun, nggak ada satu pun. Bahkan sebelum hidangan pembuka selesa
続きを読む