Kesya meremas ujung kaosnya dengan canggung saat melangkah masuk ke dalam rumah joglo kayu milik keluarga Damar. Setelah insiden di warung tadi, Damar tanpa permisi langsung menarik pergelangan tangannya, menyuruhnya untuk ikut pulang ke rumah Pak Wiryo dengan alasan ketus: "Daripada kamu pingsan di jalan desaku dan bikin repot banyak orang." "Makan yang banyak, Nak Kesya. Anggap saja seperti di rumah sendiri," ujar Bu Lastri dengan senyum hangat, sembari menyodorkan sepiring ayam lodho. "Eh, terima kasih, Bu. Ini sudah cukup banget kok," jawab Kesya sungkan. Dia melirik ke ujung meja jati. Damar duduk dengan santai, mengenakan kemeja flanel longgar setelah seharian mengurus penggilingan padi milik keluarganya. Laki-laki itu makan dengan tenang, mengabaikan tatapan canggung Kesya seolah dia tidak ada di sana. Di sebelah Kesya, duduklah Rani. Kakak perempuan Damar yang berusia 35 tahun itu tersenyum lembut, lalu menyenggol lengan suaminya, Bayu. "Mas, ambilin sambalnya buat Kesya."
Última actualización : 2026-09-26 Leer más