"Kau gemetar, Nyonya Mozaus. Apakah kehadiran suamimu semenakutkan itu?" Arkael melangkah mendekat, mencium aroma parfum asing yang tertinggal di udara kamar mereka.Suara dentuman pintu kamar mandi yang baru saja tertutup rapat masih menyisakan gaung tipis di dalam kamar tidur utama yang luas itu.Tania menarik napas dalam-dalam, berusaha menormalkan debaran jantungnya yang mengamuk hebat di balik tulang rusuk.Namun, sebelum ia sempat bangkit dari tepi ranjang, bayangan tubuh tinggi Arkael tiba-tiba sudah berdiri tepat di hadapannya.Pria itu belum masuk ke dalam kamar mandi. Ia memutar langkahnya kembali, berdiri menjulang dengan sorot mata setajam elang yang menunduk mengamati setiap inci gestur tubuh istrinya."Kau salah paham, Arkael," ujar Tania cepat, mendongakkan kepala untuk membalas tatapan itu meski suaranya bergetar halus. "Aku hanya kelelahan setelah seharian mengurus urusan dewan sosialita."Arkael tidak langsung merespons. Ia mengambil langkah maju, mempersempit jarak
Última atualização : 2026-09-23 Ler mais