"Seseorang memaksa membuka kunci pintu apartemenku malam ini, Arkael." Suara panik Aurora mencengkram dada Arkael dari sambungan telepon.Genggaman tangan Arkael pada gagang telepon rumah di ruang kerjanya mendadak mengerat hingga buku-buku jarinya memutih sempurna.Di luar jendela kaca besar lantai atas kantor pusat Mozaus, hujan gerimis membungkus kota metropolitan dengan selimut kelam yang dingin.Jantung pria berdarah dingin itu seketika berdegup liar, sesuatu yang hampir tidak pernah terjadi seumur hidupnya."Aurora? Tenangkan dirimu, dengarkan aku," ucap Arkael, suaranya yang biasa tenang kini berubah tegas dan bergetar tipis sarat akan kepanikan. "Kau di mana sekarang? Kunci dirimu di kamar mandi, jangan buka pintu untuk siapa pun!""Aku bersembunyi di bawah tempat tidur, Arkael," suara Aurora terdengar terisak tertahan, napasnya memburu ketakutan di ujung sambungan. "Aku dengar suara gagang pintu diputar paksa, lalu ada langkah kaki asing di ruang tamu. Ya Tuhan... kumohon, ce
Última atualização : 2026-09-24 Ler mais