“Apa saja yang dibutuhkan kalau harus menginap semalam di tempat yang mungkin dihuni pembunuh?” Ryan berdiri di depan meja ruang tengah sambil memeriksa isi ranselnya untuk ketiga kali. Ponsel utama dan ponsel hitam sudah masuk. Dua powerbank penuh, charger, senter, baterai cadangan, korek api, kotak P3K, jas hujan tipis, dan sebuah multitool kecil menyusul setelahnya. Ia sempat ragu sebelum mengambil palu multifungsi milik ayahnya dari gudang. Ukurannya tidak terlalu besar dan biasanya digunakan untuk memasang perlengkapan fotografi, tetapi setidaknya benda itu lebih berguna daripada pergi dengan tangan kosong. Terakhir, Ryan mengambil boneka kain buatan ibunya. Lengan boneka yang robek belum sempat diperbaiki. Bekas hitam seperti terbakar juga masih terlihat di bahunya. “Kalau malam ini terjadi sesuatu lagi, aku mengandalkanmu.” Ryan memasukkan boneka itu ke tempat yang mudah dijangkau. Surat
Last Updated : 2026-10-03 Read more