Sepuluh menit kemudian, tanda tangan Andin sudah mengering di atas meterai, dan lampu merah kecil di kamera plafon menyala.Dokter Javier menyuruh Andin naik ke matras busa hitam dan duduk bersimpuh menghadap lensa. Pria itu ikut naik, lalu berlutut di belakang punggung Andin sampai lutut mereka hampir bersentuhan."Sesi pertama, desensitisasi awal. Saya mulai dari tempat yang kemarin sudah kamu kenal, yaitu pinggang. Kalau kamu bilang berhenti, tangan saya langsung pergi."Dua telapak tangan yang hangat mendarat di garis pinggang Andin, persis di tempat yang dia pegang di panggung hotel kemarin sore. Bedanya, kemarin ada puluhan mata yang menonton, sedangkan sore ini cuma ada satu lensa di plafon. Anehnya, satu lensa itu membuat jantung Andin berdetak lebih kencang daripada puluhan orang kemarin.Dari belakang telinganya, Javier memberi perintah dengan suara rendah. "Napasmu nyangkut di tenggorokan. Buka sedikit bibirmu, terus keluarkan udaranya pelan-pelan lewat mulut!"Andin menurut
Huling Na-update : 2026-09-20 Magbasa pa