Gardan masih mematung di posisinya. Rasa cemas karena apa yang ia lihat barusan dan peringatan ibu-ibu sebelumnya, mengacaukan pikiran logis modern-nya. Buka atau nggak ya? Bagaimana kalau…? “Ah, persetan!!” Gardan pun mengusir keraguannya.Dengan tangan masih gemetar, ia pun meraih grendel dan menarik daun pintu hingga terbuka lebar."Astaga!" teriak seorang perempuan di hadapannya, reflek melompat mundur sambil menutup mata."WAAH!" Gardan ikut menjerit kaget, reflek melompat ke belakang karena sarafnya masih terlalu sensitif. Sialnya, ia baru ingat tadi habis mandi dan cuma melilitkan handuk di pinggang. Suasana ngeri seketika amblas berganti rasa malu setengah mati. Siti, wanita dambaan masa kecilnya, membelalak kaget dengan pipi memerah padam. Sedangkan, Gardan buru-buru melesat balik ke kamar, menyambar kaos oblong serta celana pendek.“Bentar, bentar, bentar ya, Siti! Duh, maaf banget!!” pinta Gardan sambil menahan rasa malunya yang belum kunjung hilang. Lima menit kemudia
Last Updated : 2026-09-13 Read more