Udara malam semakin dingin, tetapi dada Sisil justru terasa sesak. Janji-janji Devano membuat hatinya semakin sakit. Ia hanya duduk terdiam sambil menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan air mata yang sejak tadi menggenang. Namun, pertahanannya akhirnya runtuh. Setetes air mata jatuh membasahi pipinya, disusul tetesan lainnya.Sisil segera menundukkan kepala. Ia tidak ingin Devano melihat dirinya menangis seperti itu. Namun, semakin keras ia berusaha menahan tangis, semakin sulit pula baginya mengendalikan perasaannya. Ada begitu banyak hal yang ingin ia katakan, tetapi semuanya terasa tertahan di tenggorokan.Selama bertahun-tahun, ia pernah membayangkan bagaimana rasanya jika suatu hari Devano kembali. Dalam bayangannya, ia akan menyambut pria itu dengan bahagia, mungkin menangis karena lega, lalu mendengar penjelasan tentang kepergiannya. Ia bahkan pernah membayangkan mereka akan melanjutkan hubungan yang sempat terputus.Namun, kenyataan tidak berjalan seperti yang pernah ia ha
Last Updated : 2026-11-01 Read more