Mata Reihan membelalak. Dia bahkan sempat mengira dirinya salah lihat. Secara naluriah, dia mengucek matanya, dan akhirnya menyadari bahwa sosok yang berdiri di hadapannya benar-benar Devi. Berarti, dialah "orang yang paling disayang" yang dimaksud oleh Leon."Devi, kok kamu bisa ada di sini? Bukannya kamu harusnya di rumah?"Tak disangka, Devi sama sekali tidak terlihat terkejut dengan kehadiran Reihan.Raut wajahnya dingin, dia angkat bicara dengan tenang."Berkat kebaikan Pak Reihan, aku nggak mati di vila Keluarga Akbar. Pasti ngecewain harapan kamu, ya?"Reihan tampak sangat bingung, seolah-olah dia tidak mengerti satu patah kata pun dari apa yang dikatakan Devi.Bagaimana mungkin wanita itu mati di Keluarga Akbar? Bukankah Devi adalah orang yang paling dia pedulikan?"Devi, kamu ngomong apa sih? Aku nggak ngerti. Sini, ikut aku pulang."Tindakan yang dia harapkan tidak terjadi. Devi tidak lagi bersikap seperti dulu, yang cukup dibujuk sedikit saja saat dia marah.Sebaliknya, wa
Read more