Ruang tamu mewah itu langsung hening.Wanita 181 cm itu melangkah masuk. Sepatunya heels, blazer putihnya rapi, tapi wajahnya tegas elegan. Cantiknya beda dengan Maya. Kalau Maya manis, wanita ini tajam.Parfumnya soft, tidak menyengat seperti Maya yang vanilla, tapi entah kenapa bikin hidung Revan terus penasaran.Maya yang tadi ceria langsung ciut. Tangannya yang tadi pegang lengan Revan, langsung dilepas."Kak Sinta..." ucap Maya pelan, hampir berbisik.Revan langsung berdiri sopan. 'Di kehidupan sebelumnya, aku yakin bahwa Maya anak tunggal, ini beda versi. Tapi ini mirip banget dengan Maya,' batin Revan dalam hati.Pak Harry yang tadi santai, sekarang duduk lebih tegak."Nah, ini dia anak Papa yang pertama. Sinta, sini nak," kata Pak Harry.Sinta menaruh laptop sleeve di atas sofa, lalu menatap Revan tanpa senyum."Kamu Revan?" tanya Sinta, suaranya datar."Iya Kak, saya Revan," jawab Reva
Last Updated : 2026-09-30 Read more