Malam baru saja turun ketika pintu belakang sebuah rumah berarsitektur kayu di sudut sepi dusun terdorong kasar. Bobi melangkah keluar dengan raut wajah merah padam. Kemeja dinasnya kusut, dan perut tambunnya membusung tegang.Di ambang pintu, seorang wanita muda berdiri menyandarkan tubuhnya pada kusen. Parasnya ayu, matanya lentik, namun sepasang alisnya menukik tajam.Namanya Laras, janda kembang desa yang selama ini menjadi simpanan rahasia Kepala Desa.“Mas Bobi mau ke mana lagi, Hah?!” bentak Laras setengah berbisik, matanya berkilat marah. “Jangan cuma bisa kabur setelah bikin keributan di rumahku!”Bobi memutar badannya kasar, melotot seraya menunjuk muka Laras dengan jari gemetar. “Kau jangan ikut-ikutan menyudutkan aku, Laras! Kepala aku sudah mau pecah!”“Kepala Mas mau pecah, tapi janji-janji Mas ke aku mana?!” Laras melangkah keluar satu tapak, membusungkan dadanya tanpa rasa takut. “Bulan lalu Mas janji mau membelikan aku kalung emas lima gram. Pekan lalu janji mau kasi
Last Updated : 2026-10-05 Read more